MAGETAN [ Jatimnesia.com] – Ribuan Pencari Kerja (Pencaker) membanjiri Magetan Job Fair (MJF) 2025 yang digelar Dinas Tenaga Kerja ( Disnaker) Kabupaten Magetan di Gedung Olah Raga (GOR) Ki Mageti Magetan, Selasa (10/6).
MJF 2025 tersedia ribuan lowongan kerja (Loker) dari puluhan perusahaan level Nasional.
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro berharap ada inovasi penyaluran tenaga kerja berbasis digital untuk menjembatani pencari kerja Magetan dan industri.
” Harapannya Magetan segera memiliki semacam data base aplikasi yang berisi tentang profil calon tenaga kerja kita, sekolahnya apa ijazahnya apa dikalkulasi dengan baik ditampilkan supaya diakses perusahaan atau calon pengguna tenaga kerja dari manapun,” kata Suyatni Priasmoro, Selasa (10/6).
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Magetan Arief Ridwan merinci, pengangguran di Kabupaten Magetan mayoritas didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
” Angka pengangguran kita 3,28%. Itu persentase dari angkatan kerja, jadi kurang lebih 13.000, turun dari tahun sebelumnya, dulu kan 4,16%, Itu kuranglebih 16.000. Sesuai data itu malah lulusan dari SMK/SMA dan SMP. Paling banyak disitu saat ini,” jelasnya.
Diharapkan Arief, Magetan Job Fair ini bisa menyerap banyak tenaga kerja mengingat ada 16.000 lowongan kerja yang tersedia.
” Total 67 perusahaan, jumlah peluang pekerjaan kurang lebih sekitar 16000. Tapi tentunya apakah dipenuhi semua atau tidak tergantung kualifikasi pencari kerja itu sendiri,” ungkapnya.
Arief memastikan sudah ada enam ribu lebih pencaker yang telah berpartisipasi dalam event ini baik secara langsung maupun daring.
” Selain secara offline juga secara online, jadi sebelum mereka datang sudah beberapa yang sudah mendaftar secara online. Pelamarnya kurang lebih saat ini sudah ada sekitar 6000,” tutur Kepala Disnaker Magetan.
Salah satu pencari kerja Eni Fitria (21), mengaku telah mengirimkan lamaran ke satu perusahaan dan melakukan scane barcode untuk pelamaran secara online, pun dirinya mengakui bahwa cukup sulit mencari pekejaan di dalam negeri.
” Sekarang baru itu sih, tapi tadi sudah foto barcode-barcode nya. Cari kerja susah banget,” ungkap Eni Fitria.
Penulis : Joko Nugroho








