PONOROGO, JATIMNESIA -Pesan tentang pentingnya hidup sehat disampaikan dengan cara berbeda dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Puluhan kelompok dari fasilitas pelayanan kesehatan dan organisasi profesi turun ke jalan mengikuti Health Creative Showcase, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Stadion Batoro Katong tersebut menampilkan beragam kreasi bertema kesehatan. Para peserta membawa pesan edukasi melalui kostum, peragaan, dan kampanye kreatif yang dikemas dalam bentuk karnaval.
Sebanyak 40 kelompok dari rumah sakit, puskesmas, dan unsur kesehatan lainnya ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka kemudian berparade menuju kawasan Gedung Terpadu untuk menyemarakkan peringatan HKN tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“ Pesan mengenai pencegahan penyakit dan pola hidup sehat diharapkan lebih mudah diterima ketika disampaikan melalui pendekatan kreatif,” ujarnya.
Peringatan HKN ke-62 tahun ini mengangkat tema “Sehat untuk Semua”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa upaya meningkatkan derajat kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah dan tenaga medis, tetapi juga masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita yang hadir dalam kegiatan itu menilai pendekatan kreatif dapat menjadi alternatif penyampaian informasi kesehatan. Menurut dia, masyarakat membutuhkan metode sosialisasi yang menarik agar pesan yang disampaikan tidak terkesan monoton.
“Jangan melulu dengan kegiatan formal di dalam ruangan. Kita harus mencari cara supaya tidak membosankan, perlu cara cerdas untuk mengemas pesan kesehatan,” kata Lisdyarita.
Di luar kegiatan kampanye, Lisdyarita juga menyoroti pentingnya kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan. Dia meminta seluruh tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang ramah, mudah diakses, serta mengutamakan kebutuhan pasien tanpa membeda-bedakan.
Dia menekankan, sikap sederhana seperti memberikan senyum, salam, dan sapaan kepada pasien dapat memberikan dampak positif bagi kondisi psikologis mereka. Lisdyarita juga mengingatkan fasilitas kesehatan agar tidak menolak pasien yang membutuhkan pertolongan.
“Jangan lupa senyum, salam, sapa ketika pasien datang. Melihat senyum bapak dan ibu, yang sakit langsung punya semangat untuk sembuh. Dan yang paling penting adalah jangan sampai menolak pasien,” pungkasnya. (Adv).
Penulis : ROHMAN









