TKD Merosot Rp 142,33 Miliar, DPRD Ponorogo Desak Pemkab Atur Ulang Prioritas APBD 2027

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 5 November 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dan pimpinan DPRD Ponorogo saat menggelar Rapat Paripurna dengan agenda jawaban kepala daerah atas PU Fraksi DPRD terkait R-APBD 2027.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dan pimpinan DPRD Ponorogo saat menggelar Rapat Paripurna dengan agenda jawaban kepala daerah atas PU Fraksi DPRD terkait R-APBD 2027.

PONOROGO, JATIMNESIA.COM – Penurunan transfer pemerintah pusat sebesar Rp 142,33 miliar menjadi salah satu persoalan utama dalam pembahasan Rancangan APBD Kabupaten Ponorogo 2027. Kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah menyesuaikan prioritas belanja agar pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dalam rapat paripurna DPRD Ponorogo dengan agenda jawaban kepala daerah atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD 2027, Rabu (4/11/2026). Sejumlah persoalan lain turut dibahas, mulai dari keberlanjutan Dana Desa hingga alokasi anggaran kesehatan.

Lisdyarita menjelaskan, berkurangnya transfer pusat berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah, termasuk ruang pembiayaan Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan di tingkat desa. Selain itu, anggaran sektor kesehatan yang sebelumnya tercatat sekitar Rp 10,187 miliar dalam rancangan anggaran berubah menjadi nol rupiah.

Baca Juga :  Kanal " Wani Bares " Tampung Aduan Rakyat Magetan.

“Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Kami harus mencari alokasi anggaran pengganti dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dana umum lainnya agar mandatory spending dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan tetap terpenuhi,” jelas Lisdyarita.

Untuk mengantisipasi keterbatasan anggaran, Pemkab Ponorogo akan mengevaluasi program prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta mengoptimalkan potensi PAD. Pemerintah juga akan menginventarisasi sumber pendapatan lain yang sah. Jika ada penerimaan baru selama tahun anggaran berjalan, penyesuaian dapat dilakukan melalui perubahan APBD sesuai ketentuan.

Lisdyarita menegaskan, penyusunan APBD 2027 harus memperhatikan sinkronisasi perencanaan, pemenuhan pelayanan dasar, dan kemampuan fiskal daerah. Belanja akan diarahkan pada program yang berdampak langsung terhadap pelayanan publik, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga keseimbangan pendapatan dan belanja untuk mengendalikan risiko defisit. Pemkab juga mempertimbangkan mitigasi beban fiskal jangka panjang, termasuk kebutuhan pendanaan pemilu dan pilkada.

Baca Juga :  Bupati Nanik Tak Komentar Keluhan Pelaku Usaha Terdampak Jalur Satu Arah Magetan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah. APBD harus menjadi instrumen pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Ponorogo,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengatakan, jawaban kepala daerah menjadi bagian penting dalam pembahasan Raperda APBD 2027. Penjelasan tersebut diharapkan memberikan kesamaan pemahaman atas berbagai catatan dan rekomendasi fraksi. DPRD selanjutnya mengagendakan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk membahas Raperda APBD 2027.

“Kami berharap pembahasan rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 dapat dilaksanakan secara konstruktif dan tepat waktu dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan lainnya,” pungkas Lisdyarita. (adv).

Penulis : ROHMAN

Berita Terkait

BPPKAD Ponorogo Undi Hadiah Pajak Ekstravaganza, Ada Yamaha X-MAX
45 Atlet Magetan Popda XV dan Pepaperda lll Berangkat Biaya Mandiri.
Inspektorat Magetan Terima Laporan Kasus Desa Tegalarum Bendo.
Camat Maospati Gercep Kabar Belasan Mahasiswi Unesa Kampus 5 Magetan Diduga Korban Catcalling.
Admin Medsos Di Ponorogo Jadi Tersangka.
Inovasi SAKTI RSUD Bantarangin Ponorogo, Hasil Rontgen Bisa Dikirim ke Pasien Tanpa Cetak Film
Ribuan Penonton Padati Pembukaan Kemilau Pekan Raya Ponorogo, Last Child Jadi Magnet
Keuangan Desa Tegalarum Magetan Disorot Camat Bendo.

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:05 WIB

BPPKAD Ponorogo Undi Hadiah Pajak Ekstravaganza, Ada Yamaha X-MAX

Kamis, 5 November 2026 - 16:02 WIB

TKD Merosot Rp 142,33 Miliar, DPRD Ponorogo Desak Pemkab Atur Ulang Prioritas APBD 2027

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

45 Atlet Magetan Popda XV dan Pepaperda lll Berangkat Biaya Mandiri.

Kamis, 5 November 2026 - 09:38 WIB

Inspektorat Magetan Terima Laporan Kasus Desa Tegalarum Bendo.

Kamis, 5 November 2026 - 09:12 WIB

Camat Maospati Gercep Kabar Belasan Mahasiswi Unesa Kampus 5 Magetan Diduga Korban Catcalling.

Rabu, 4 November 2026 - 16:36 WIB

Inovasi SAKTI RSUD Bantarangin Ponorogo, Hasil Rontgen Bisa Dikirim ke Pasien Tanpa Cetak Film

Rabu, 4 November 2026 - 16:33 WIB

Ribuan Penonton Padati Pembukaan Kemilau Pekan Raya Ponorogo, Last Child Jadi Magnet

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Keuangan Desa Tegalarum Magetan Disorot Camat Bendo.

Berita Terbaru

Sekda Ponorogo Agus Sugiharto dan Ketua DPRD Dwi Agus Prayitno serta Sekretaris BPPKAD Ponorogo Hendry Supriyanto saat memulai pengundian Pajak Ekstravaganza 2026.

Ekonomi & Bisnis

BPPKAD Ponorogo Undi Hadiah Pajak Ekstravaganza, Ada Yamaha X-MAX

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:05 WIB

Kantor Inspektorat Magetan

Hukum & Kriminal

Inspektorat Magetan Terima Laporan Kasus Desa Tegalarum Bendo.

Kamis, 5 Nov 2026 - 09:38 WIB