MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Puluhan atlet dari Kabupaten Magetan yang berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV dan Pekan Paralimpik Daerah (Pepaperda) lll Provinsi Jawa Timur terpaksa berangkat menggunakan dana pribadi, Rabu (4/11).
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan, Suhardi, mengatakan, puluhan atlet itu berasal dari delapan Cabang Olahraga (Cabor) yang berbeda meliput Voli putra, Basket putri, Atletik, Ski air, Catur, Tenis meja, Menembak dan Woodball.
” Kami hanya mendaftarkan, secara administrasi kami yang mengurusi, tapi tanggung jawab semuanya terkait dengan atlet operasional, semuanya itu ada di cabornya masing-masing. Untuk atlet dan pelatih mandiri sebanyak 55 orang dengan rincian 45 atlet dan 10 pelatih/official.” katanya.
Dijelaskan Suhardi, anggaran yang diploting Dikpora Magetan hanya mampu memberangkatkan 120 atlet sehingga sisanya tidak dapat terakomodasi.
” Anggarannya untuk total semua 190 juta, kurang dari 200 juta. Karena untuk membackup yang lain-lain. Maka di kegiatan kita ini mampu untuk memberangkatkan sejumlah 120 itu, ternyata animonya di cabor-cabor yang lain itu semangat sekali karena di Ngawi kan dekat. Oke saya nggak difasilitasi pemerintah, nggak apa-apa, saya mandiri kan begitu, kehendak sendiri,” jelasnya.
Data yang dihimpun JATIMNESIA, ada lima cabor yang tidak diikuti oleh atlit Magetan karena berbagai pertimbangan, meliputi angkat besi, dayung, kempo, Selam serta sepakbola.
” Misal sepakbola, itu satu cabor kalau kita berangkatkan jumlah pemainnya 24. Itu kan nanti yang lain tidak kebagian. Makanya kita kemarin memaksimalkan cabor-cabor yang sifatnya perorangan.” ucapnya.
Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Magetan berjanji bakal mengusahakan adanya apresiasi dari Pemkab Magetan bagi atlet berprestasi yang pulang membawa medali.
” Harapannya begitu, cuma saya tidak bisa bicara angka. Saya kan ke bupati seperti apanya, tapi nampaknya adalah apresiasi dari pemerintah”, pungkasnya
Penulis : JOKO NUGROHO









