Inovasi SAKTI RSUD Bantarangin Ponorogo, Hasil Rontgen Bisa Dikirim ke Pasien Tanpa Cetak Film

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD Bantarangin Ponorogo dan Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana RSUD Bantarangin, Mukhlis Widiutama Perkasa saat menunjukkan sistem alur SAKTI di RSUD Bantarangin.

Direktur RSUD Bantarangin Ponorogo dan Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana RSUD Bantarangin, Mukhlis Widiutama Perkasa saat menunjukkan sistem alur SAKTI di RSUD Bantarangin.

PONOROGO, JATIMNESIA.COM – RSUD Bantarangin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, mengembangkan inovasi digital bernama Sakti untuk mempermudah pelayanan pemeriksaan radiologi.

Melalui sistem ini, pasien bisa menerima hasil rontgen secara digital tanpa harus menunggu pencetakan film maupun mengantre kembali di rumah sakit.

Sakti merupakan sistem arsip dan komunikasi hasil pemeriksaan radiologi yang dikembangkan sebagai alternatif teknologi Picture Archiving and Communication System (PACS).

Teknologi tersebut memungkinkan hasil pemeriksaan rontgen yang sebelumnya dicetak dalam bentuk film X-ray disimpan dan dikirim secara digital.

Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana RSUD Bantarangin, Mukhlis Widiutama Perkasa, mengatakan inovasi tersebut lahir karena pengadaan sistem PACS membutuhkan biaya besar. Harga sistem serupa di pasaran diperkirakan berkisar Rp 200 juta hingga Rp 2 miliar.

“Karena mahal, kita akhirnya membuat inovasi. Ini sama saja seperti PACS, kita namai Sakti. Jadi, pasien rontgen, hasilnya digital dan tidak perlu dicetak lagi. Langsung kita kirim melalui WhatsApp,” kata Mukhlis, Rabu (04/11/2026).

Menurut dia, selain mempermudah pasien memperoleh hasil pemeriksaan, Sakti juga mendukung digitalisasi rekam medis rumah sakit.

Baca Juga :  Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis

Data pemeriksaan dapat diintegrasikan dengan platform SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dengan pengembangan internal tersebut, RSUD Bantarangin mengklaim dapat menghadirkan fungsi serupa tanpa mengeluarkan biaya pengadaan sistem PACS.

“Kalau kita beli PACS bisa seharga Rp 200 juta sampai Rp 2 miliar, dengan Sakti kita nol rupiah,” ujarnya.

Inovasi yang telah berjalan sekitar satu setengah tahun tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pelayanan.

Pasien tidak perlu kembali mengantre hanya untuk mengambil hasil rontgen karena dokumen pemeriksaan dapat dikirimkan melalui WhatsApp setelah pemeriksaan selesai.

“Untuk pasien, tidak perlu mengantre lagi untuk mendapatkan hasilnya. Setelah pemeriksaan, pasien cukup menunggu di rumah, nanti hasilnya kita kirim melalui WhatsApp,” jelas Mukhlis.

Kepala Seksi Pelayanan Penunjang RSUD Bantarangin, Apt. Nora Yustyananningrum berharap, inovasi Sakti dapat terus dikembangkan seiring penerapan ekosistem digital di lingkungan rumah sakit.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, sistem tersebut diharapkan mampu menekan kebutuhan anggaran rumah sakit.

“Semoga inovasi ini terus berjalan sampai ke depannya karena kita akan menanamkan ekosistem digitalisasi. Harapannya, ini bisa mengefisiensi anggaran rumah sakit kami,” kata Nur Rahstyana.

Baca Juga :  Kantor Pajak Ponorogo Sita Barang Pengusaha Alsintan.

Pengembangan Sakti juga sejalan dengan kebijakan digitalisasi layanan kesehatan nasional.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, setiap fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, wajib menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik yang terintegrasi dengan platform kesehatan nasional.

Inovasi Sakti menjadi salah satu inovasi yang diikutsertakan RSUD Bantarangin dalam ajang Ponorogo Inotek Award 2026.

Kompetisi yang diselenggarakan Pemkab Ponorogo melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) itu menjadi wadah bagi perangkat daerah dan berbagai institusi untuk menunjukkan inovasi pelayanan publik.

Pameran inovasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 yang berlangsung di Alun-alun Ponorogo pada 3-6 November 2026. Melalui Sakti, RSUD Bantarangin menunjukkan bahwa digitalisasi pelayanan kesehatan tidak selalu harus dilakukan dengan pengadaan teknologi mahal, tetapi juga bisa melalui inovasi yang dikembangkan secara mandiri.

Penulis : ROHMAN

Berita Terkait

Admin Medsos Di Ponorogo Jadi Tersangka.
Ribuan Penonton Padati Pembukaan Kemilau Pekan Raya Ponorogo, Last Child Jadi Magnet
Tekan Biaya Produksi Petani Tembakau, Ponorogo Gelontorkan DBHCHT Rp 3 Miliar
Dorong Kesetaraan Gender, Plt Bupati Ponorogo Ingin Banyak Perempuan Duduki Jabatan Esellon II dan III
Telaga Ngebel Hadirkan Atraksi Wisata Malam, Pemkab Ponorogo Bidik Peningkatan PAD
Dituding Ancam Ketersediaan Air, Pegiat Lingkungan Ponorogo Desak Proyek Geotermal Dihentikan
Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!
DBHCHT 2026 Ponorogo Lindungi 5.283 Petani Tembakau, Pemkab Siapkan Rp 1,3 Miliar untuk Pelatihan Kerja

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:57 WIB

Admin Medsos Di Ponorogo Jadi Tersangka.

Rabu, 4 November 2026 - 16:36 WIB

Inovasi SAKTI RSUD Bantarangin Ponorogo, Hasil Rontgen Bisa Dikirim ke Pasien Tanpa Cetak Film

Rabu, 4 November 2026 - 16:33 WIB

Ribuan Penonton Padati Pembukaan Kemilau Pekan Raya Ponorogo, Last Child Jadi Magnet

Senin, 2 November 2026 - 16:28 WIB

Tekan Biaya Produksi Petani Tembakau, Ponorogo Gelontorkan DBHCHT Rp 3 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 16:26 WIB

Dorong Kesetaraan Gender, Plt Bupati Ponorogo Ingin Banyak Perempuan Duduki Jabatan Esellon II dan III

Minggu, 1 November 2026 - 19:01 WIB

Telaga Ngebel Hadirkan Atraksi Wisata Malam, Pemkab Ponorogo Bidik Peningkatan PAD

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Dituding Ancam Ketersediaan Air, Pegiat Lingkungan Ponorogo Desak Proyek Geotermal Dihentikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!

Berita Terbaru

ilustrasi

Hukum & Kriminal

Admin Medsos Di Ponorogo Jadi Tersangka.

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:57 WIB

Jatimnesia TV

Siaran Pers Polri Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Subianto.

Rabu, 4 Nov 2026 - 08:37 WIB

Camat Bendo, Hermin Supraptiwi

Hukum & Kriminal

Keuangan Desa Tegalarum Magetan Disorot Camat Bendo.

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:00 WIB