NGAWI, JATIMNESIA.COM – Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Puskesmas Paron, Selasa (28/10).
Kegiatan ini merupakan program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang rutin dilaksanakan tiap pos kesehatan kecamatan.
Program ILP masuk dalam pilar transformasi sistem kesehatan yang digulirkan Kementrian kesehatan (Kemenkes) yang diterapkan melalui edukasi penduduk, pencegahan primer, pencegahan sekunder dan peningkatan kapasitas serta kapabilitas pelayan kesehatan.
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan ILP di Puskesmas, Dinkes Ngawi mengumpulkan petugas lintas sektor dari Puskesmas, Nakes di Pos ILP, Kader Posyandu hingga Tokoh Masyarakat (Tomas) yang menyasar 24 Puskesmas di Kabupaten Ngawi.
“ Kita laksanakan secara bertahap di 19 kecamatan “, kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan (Yankes UKM UKP) Dinkes Ngawi drg Retno Dewi Sulistiorini, Selasa (28/10).
Dijelaskan Retno, kegiatan tersebut sebagai langkah untuk menyerap aspirasi terkait program yang telah berjalan sejak tahun 2023 lalu.
Selain itu, juga dimanfaatkan sebagai peningkatan partisipasi dan rasa kepemilikan terhadap program ILP antara petugas kesehatan dan tingkat desa.
“ Itu sebenarnya sudah diimplementasikan dan dirasakan masyarakat. Sehingga kami membutuhkan masukan saran dari lintas sektor termasuk dari camat, kader, tokoh masyarakat yang kita kumpulkan untuk melaksanakan FGD tersebut”, ujarnya.
Lewat kegiatan ini daerah dapat mengambil langkah dari apa yang menjadi masukan para pelaksana lapangan, seperti layanan rujukan yang lebih dipermudah.
“ Layanan seperti rujukan itu bisa berlangsung dengan mudah, masukan seperti itu yang terkait dengan pelayanan kesehatan di puskesmas, “ pungkas drg Retno Dewi Sulistiorini. (adv).
Penulis : Septian Bayu








