NGAWI, JATIMNESIA.COM – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) komitmen menjamin keselamatan ibu dan bayi, Minggu, 3 Mei 2026.
Melalui sinergitas lintas sektor, Dinkes Kabupaten Ngawi mengundang perwakilan Puskesmas, Ketua IBI, Bappeda, petugas DP3AKB dan Ketua TP-PKK Kecamatan, Pemkab Ngawi melaksanakan Analisa Situasi Kesehatan Ibu dan Anak, Peran PKK dalam Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak, Peningkatan Program Keluarga Berencana (KB) dalam Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Bayi.
Kepala Dinkes Ngawi, dr Heri Nurfahrudin, melalui Kepala bidang Kesehatan masyarakat (Kesmas) Dinkes Ngawi, drg Retno Dewi Sulistiorini, mengatakan upaya menurunkan kematian ibu dan bayi efektif jika ada peran serta semua pihak, termasuk inovasi dari pemerintah daerah. “ Tujuan kegiatan melalui sinergitas ini sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Ngawi, “ ujarnya, Kamis (30/4).
Dipaparkan, meski berangsur turun kasus Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya.
Sedikitnya terdapat 20.000 ibu yang meninggal setiap tahunnya akibat komplikasi kehamilan atau persalinan yang belum sepenuhnya dapat ditangani.
Sedangkan, kasus AKI di Propinsi Jawa Timur tahun 2025 mencapai target AKI RPJMD Jatim dan Nasional, yakni sebesar 68,53/ 100.000 kelahiran hidup.
“ Capaian AKI Kabupaten Ngawi Tahun 2025 yakni 41,49/100.000 kelahiran hidup berhasil mencapai dibawah target Nasional maupun Target RPJMD Jawa Timur. Namun perlu terus dilakukan upaya penurunan AKI dengan menguatkan peran lintas sektor dan stakeholder, “ tambah drg Retno Dewi Sulistiorini.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan pihak terkait dapat selaras menyatukan program, seperti Bappeda terkait kesediaan anggaran daerah, DP3AKB terkait kebijakan untuk pendataan sasaran dan penggunaan KB kepada sasaran beresiko.
“ Begitupun IBI, Puskesmas dan PLKB di wilayah perlu bergerak bersama dalam mencapai tujuan kesehatan perempuan dan pencegahan kematian ibu bayi di Indonesia, “ harapnya. (septian bayu/adv).
Penulis : septian bayu








