MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Pendaki warga Kabupaten Magetan dikabarkan meninggal di Gunung Lawu, Sabtu (16/8).
Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan korban merupakan warga Desa Widoro Kandang Kecamatan Sidorejo.
Masih dari BPBD Kabupaten Magetan, korban naik lewat jalur Candi Cetho, Karanganyar, Jawa Tengah.
” Naiknya dari Candi Cetho, Jateng, kemungkinan hendak acara 17 agustus di puncak lawu,” kata Kasi Kedarutan dan Logistik, BPBD Kabupaten Magetan Eka Wahyudi, Sabtu, (16/8).
Korban diduga meninggal akibat Hipoksia (kekurangan oksigen) karena cuaca dingin dipuncak Lawu yang mencapai 8 derajat celcius. ” Karena Hipoksia (kekurangan oksigen). Kondisi puncak Lawu informasi dari Perhutani suhu mencapapi 8 derajat celcius,” bebernya.
Pelaksana tugas (Plt) Camat Sidorejo, Eko Budiono, membenarkan jika korban Paul Tampubolon adalah warga Desa Widoro kandang dengan status anak mantu. ” Anak mantu, dari Medan, namanya Paul Tampubolon,” ungkapnya.
Sumber yang dihimpun JATIMNESIA, kronologi kejadian tersebut berawal saat korban melakukan pendakian bersama ke 4 temannya asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada pukul 08.00 WIB melalui jalur Cetho.
Kemudian, setelah melakukan pendakian hingga sekitar Pos 3, korban mulai mengalami gejala Hipotermia dan kelelahan. Korban juga sempat mengalami muntah-muntah.
” Hari ini pukul 8 di pos cetho, ada rombongan pendakian dari kabupaten Sragen, berjumlah 5 orang. Kemudian, rombongan naik, dan setelah diatas, di pos 3 atas dikit, salah satu pendaki, dari 5 orang itu namanya Paul, mengalami hipotermia, kemudian muntah-muntah,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, Sabtu (16/8).








