NGAWI, JATIMNESIA.COM – Hasil Laboratorium pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan puluhan siswa SMKN Sine 1 dan SMP Muhammadiyah Ngawi 4 keracunan, Rabu, 1 Oktober lalu, dinyatakan mengandung bakteri oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, Minggu (19/10).
Kepala bidang (Kabid) Sumber Daya Manusia, Kesehatan dan Farmasi (SDMKF) Dinkes Ngawi Dhina Handayani mengatakan, dari sejumlah sampel makanan hingga muntahan hasil uji mikrobiologi dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya terdapat Bacillus Cereus pada hidangan Ayam Lada Hitam dan Staphylococcus Aureus pada sayur brokoli yang diduga sebabkan gejala pusing, diare dan muntah-muntah saat dikonsumsi tubuh.
“ Dari tindaklanjut hasil pemeriksaan sampel BBLKM Surabaya ada yang positif di ayam lada hitam dan di sayur brokoli, wortel dan mungkin ada beberapa makanan atau sayuran yang ada di situ, “ ucap Dhina Handayani, Jumat (17/10).
Dibeberkan Dhina, paska kejadian tersebut pihaknya telah mengirim surat kepada SPPG bersangkutan untuk melakukan Inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), sebab kebersihan hingga cara pengolahan makanan dan air yang digunakan menjadi masalah kuat penyebab utama bakteri tersebut berkembang sampai sebabkan keracunan.
” Langkah dari dinas kesehatan nanti kita evaluasi kembali terkait dengan KLB keracunan kemarin jangan sampai terjadi kembali di Ngawi, “ imbuhnya.
Dinkes Ngawi bakal mendorong para penjamah pangan untuk uji lab pengunaan air bersih sesuai standar.
“ Peran dinkes sebagai pembinaan dan pengawas, meningkatkan promotif preventif terkait Higiene sanitasi pangan kepada masyarakat. Penjamah pangan Untuk uji lab dengan penggunaan air bersih sesuai standar yang direkomendasikan, “ pungkasnya. ( adv).
Penulis : Septian Bayu








