MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Rencana relokasi pedagang di selatan Stadion Yosonegoro ke area Pasar Sayur Magetan membuat mereka kuatir masa depan perekonomiannya.
Salah satu pedagang makanan dan minuman (Mamin) mengaku cukup berat jika harus meninggalkan lokasi tersebut. Karena lokasi pasar sayur Magetan dinilai sudah cukup ramai dengan pedagang yang ada dan pengunjungnya tidak stabil seperti di Stadion Yosonegoro.
” Pengennya pedagang itu sebenarnya tidak mau pindah, pengennya bikin disini, ada yang jualan seperti ini atau warung-warung. Kan disini hitungannya dekat dengan stadion sama GOR, pasti ada acara dan yang beli minuman dan sebagainya kan ada”, kata salah satu pedagang, Minggu (12/4).
Mereka merasa, keberadaan warung makanan dan minuman miliknya lebih bisa memberikan dampak positif terhadap perputaran perekonomian bila ditata dengan rapi, alih-alih menambah fasilitas joging yang dimungkinkan warga lebih memilih berolahraga di Gedung Olahraga (GOR) Ki Mageti maupun Stadion Yosonegoro Magetan.
” Harusnya disini itu ya harusnya ada lapaknya, diberi warung-warung. Tapi katanya kok tidak ada”, ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan diakui telah memberikan peringatan kepada para pedagang di lokasi tersebut untuk bersiap-siap pindah dalam waktu dekat ini. ” Bulan lima akhir katanya pas rapat itu, katanya bulan lima akhir harus dipindah”, ujarnya.
Meskipun saat ini menempati tanah aset pemerintah secara cuma-cuma, pedagang diarea Stadion Yosonegoro Magetan mengakui sebelum terjadi kebakaran di area itu beberapa tahun yang lalu, juga membayar rutin.
” Sebelum kebakaran dulu ada tarikan satu harinya berapa gitu, terus sesudah kebakaran sampai sekarang tidak ada tarikan lagi”, pungkasnya.
Penulis : joko nugroho








