MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Puluhan peternak ayam petelur menggeruduk kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan, Rabu (6/5).
Mereka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan turut campur tangan terkait turunnya harga telor ayam yang berdampak stok telor ayam peternak Magetan tidak terserap pasar.
” Harga telor di Magetan itu hanya Rp.22.800.00,-, padahal HPP nasional Rp.26,500.00,-. Paling tidak sesuai HPP harganya, tidak anjlok dibawah HPP”, kata salah satu peternak telor di Magetan Teguh Wahyudi, Rabu (6/5).
Selain harga telor yang terjun dibawah Harga Pokok Produksi (HPP) Nasional, penyerapan pasar terhadap produksi telor Magetan juga turun drastis yakni dikisaran 60 persen dari pasaran normal. Dampaknya sisa produksi busuk.
” Khan telur itu ada masa expirednya, jadi kalau bisa, mulai satu minggu itu harus cepat teratasi. Penyerapan untuk saat ini hanya 60%, bisa jadi busuk kalau ini tidak cepat teratasi”, beber Teguh Wahyudi.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan drh. Nur Haryani mengaku merosotnya pasar tidak hanya dialami peternak ayam petelor namun sektor peternakan lainnya.
” Tidak hanya ayam, juga disemua sektor peternakan, dan terutama ayam petelur ini, tuntutan mereka itu bagaimana supaya pasar itu menyerap produk telur yang dihasilkan, sesuai HPP”, jelasnya.
Menanggapi tuntutan para peternak ayam petelor Magetan, Nur Haryani akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk pihak Provinsi Jawa Timur maupun Pusat.
” Yang jelas kita akan menginformasikan kondisi yang ada dibawah ini ke atas baik ke provinsi maupun pusat. Semoga ada kebijakan yang lebih berpihak kepada peternak lokal kita yang memang kondisinya semakin lama semakin terhimpit”, pungkasnya.
Penulis : joko nugroho








