MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Aktifitas Warung remang – remang (Warem) diwilayah Kecamatan Maospati tepatnya diarea di Jalan Agung Kelurahan Maospati dikeluhkan sejumlah pihak, Minggu (14/6).
Pasalnya, wilayah Maospati saat ini dibanjiri ribuan mahasiswa yang menempuh kuliah di Kampus 5 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang berada di Maospati.
” Wilayah Maospati saat ini banyak Mahasiswa dari luar daerah, jangan sampai menjadi perhatian mereka adanya aktifitas dari warung remang – remang tersebut, ” ungkap salah satu warga Maospati, Minggu (14/6).
Warga berharap, Pemkab Magetan aktif menertibkan aktifitas tiap malam di jalan raya antara Desa Malang dan Kelurahan Maospati itu yang pernah menjadi area lokalisasi Madusari atau Mbahben tersebut.
” Kan dilokasi itu ada Pos Satpol PP, aktifkan penertiban aktifitas yang dinilai tidak baik ditempat itu, ” ujarnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan Andri Rahman Hakim mengaku bangunan yang dijadikan Pos Pam di Jalan Agung Maospati itu telah setahun tidak beroperasi.
“ Sudah sejak setahun lalu tidak beroperasi, karena kalau tidak salah perintahnya dari Pj Bupati saat itu bukan untuk jadi Posko permanen tapi hanya untuk pos pam sementara. Kalau tidak salah berjalan 2 atau 3 bulan, “ ungkapnya, Minggu (14/6).
Informasi yang dihimpun, pendirian posko dilaksanakan sekira bulan Oktober tahun 2024, oleh Satpol PP Magetan era Kasatpol PP Rudi Harsono. Adanya posko disebabkan Satpol PP kerap mendapat aduan masyarakat terkait gangguan Kamtibmas diarea tersebut.
Pantauan JATIMNESIA, di lokasi Jalan Agung tersebut, juga terdapat sejumlah rumah Kost yang berpotensi ditempati Mahasiswa – Mahasiswa UNESA.








