PONOROGO, JATIMNESIA.COM – Gelaran Merdeka Run 2026 di Kompleks Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP), Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dibanjiri ribuan peserta,Minggu (22/8).
Event yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut merupakan penyelenggaraan tahun kedua. Peserta mengikuti dua kategori, yakni lari 5 Kilometer dan 10 Kilometer.
Tingginya animo masyarakat membuat kuota peserta yang semula ditetapkan 5.000 orang ditambah menjadi lebih dari 5.500 peserta, termasuk undangan.
” Peserta yang kemarin memang hanya kita batasi 5.000, plus semua undangan jadi 5.500 karena mempertimbangkan kapasitas infrastrukturnya”, kata Sekretaris Kementerian Kordinator (Sesmenko) Bidang Ekonomi RI, Susiwijono Moegiarso,Minggu (22/8).
Susi mengungkapkan antusiasme peserta juga terlihat sejak masa pendaftaran. Sebanyak 1.000 tiket pada tahap pertama disebut habis dalam waktu kurang dari satu jam. Sementara pada tahap kedua, saat 2.000 tiket dibuka, jumlah pendaftar mencapai sekitar 2.400 orang.
Antusiasme ribuan peserta, menurut dia, menunjukkan adanya potensi besar untuk mengembangkan kegiatan olahraga sekaligus pariwisata di Ponorogo, terutama dengan keberadaan kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban.
” Kegiatan seperti Merdeka Run ini dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, peserta Merdeka Run tidak hanya berasal dari Ponorogo, tetapi juga sejumlah daerah di Indonesia hingga Malaysia.
“Malaysia juga tadi hadir, terus juga dari Surabaya, Bojonegoro, Malang, tadi juga Bandung,” kata Lisdyarita.
Menurut dia, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan Merdeka Run mulai berkembang sebagai salah satu daya tarik wisata olahraga di Ponorogo. Pemerintah daerah pun menargetkan jumlah peserta meningkat menjadi 10.000 orang pada tahun depan.
“Moga-moga tahun depan bisa 10.000. Semangat buat semuanya,” ujarnya.
Selain Susiwijono, kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Nyoman Adhi Suryadnyana dan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.
Dalam kesempatan itu, Nyoman menilai pembangunan Monumen Reog merupakan bentuk sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki dalam pembangunan Monumen Reog. Namun, perbaikan tersebut dinilai tidak menyangkut aspek fundamental.
“Yang penting adalah semangat, niat, komitmen untuk membuat tata kelolanya baik, manfaatnya nyata buat masyarakat,” kata Nyoman.
Terkait kelanjutan pembangunan Monumen Reog setelah proses evaluasi dan perbaikan, Nyoman memastikan proyek tersebut dapat dilanjutkan. “Bisa, insyaallah,” tegasnya.
Merdeka Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga dan peringatan kemerdekaan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi serta memperkenalkan kawasan Monumen Reog sebagai destinasi wisata di Ponorogo.
Penulis : Rohman









