Bahas R-PAPBD 2026, Pemerataan Pembangunan hingga Penurunan TKD Jadi Sorotan DPRD Ponorogo

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 14 September 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru bicara Fraksi Golkar Ayatullah Ayatulloh Ali Syari'ati saat membacakan PU Fraksinya di rapat Paripurna DPRD Ponorogo.

Juru bicara Fraksi Golkar Ayatullah Ayatulloh Ali Syari'ati saat membacakan PU Fraksinya di rapat Paripurna DPRD Ponorogo.

PONOROGO, JATIMNESIA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum (PU) fraksi-fraksi terhadap nota keuangan bupati mengenai Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-PAPBD) Tahun Anggaran 2026, Senin (14/09/2026).

Dalam paripurna tersebut, ketujuh fraksi di DPRD Ponorogo yakni, Fraksi PKB, Fraksi Gerindra, Fraksi NasDem, Fraksi Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi PDI Perjuangan Ma PAN, dan Fraksi Pembangunan Keadilan Sejahtera (Fraksi gabungan partai pendukung lainnya seperti PKS dan PPP) secara resmi menyampaikan pandangan serta sejumlah catatan kritis kepada eksekutif.

Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengungkapkan bahwa pandangan umum yang disampaikan oleh masing-masing juru bicara fraksi secara garis besar tidak jauh berbeda dengan catatan yang sebelumnya telah dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar).

“Meskipun disampaikan ada sebagian rekomendasi pertanyaan atau ada sebagian terlampir, namun demikian tadi ada beberapa yang sempat kita catat dalam pandangan umum fraksi,” ujarnya.

Agus membeberkan, salah satu isu utama yang disoroti oleh fraksi-fraksi DPRD Ponorogo adalah jaminan pemerataan pembangunan infrastruktur agar tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan. Selain itu, dewan juga menyoroti adanya pengurangan dana transfer ke daerah sebesar Rp130 miliar lebih yang dinilai berdampak signifikan terhadap pembiayaan infrastruktur.

Baca Juga :  Lancur Terpilih Aklamasi Nahkodai Golkar Pacitan.

“Teman-teman berharap pengurangan itu tidak dikurangi untuk kegiatan infrastruktur. Nah, tentunya nanti akan kita bicarakan, kalau memang toh itu memang anggaran dana transfer berkurang Rp130 miliar itu pos-posnya harus memang untuk infrastruktur, tentunya ini kan sangat berdampak sekali,” bebernya.

Ia menambahkan, dewan pada prinsipnya berharap konsentrasi penuh pada kegiatan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dan jembatan, tetap berjalan sesuai skala prioritas.

Catatan berikutnya berkaitan dengan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang mengalami kenaikan dari Rp5 miliar menjadi sekitar Rp19 miliar. Kenaikan ini dinilai wajar dan penting untuk diantisipasi mengingat faktor cuaca, situasi kekeringan, serta potensi bencana seperti kebakaran hutan yang kerap terjadi.

Selain itu, DPRD juga menyoroti kekurangan bayar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) senilai kurang lebih Rp13 miliar yang baru turun setelah draf R-APBD disusun.

Dwi Agus menjelaskan, anggaran tersebut telah disepakati untuk dimasukkan ke dalam pos BTT, namun pembahasannya lebih lanjut akan dikupas secara mendalam dalam rapat-rapat Panitia Khusus (Pansus).

Baca Juga :  Suka Cita Warga Gulun Maospati Ikuti Jalan Santai.

“Bukan berarti ini untuk BTT ansich, tapi nanti akan kita bahas lebih lanjut di dalam rapat-rapat Pansus, karena memang ada waktunya setelah draf ini turun, draf sudah jadi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, dewan turut mempertanyakan sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun sebelumnya yang tercatat mencapai sekitar Rp81 miliar, khususnya terkait program atau pekerjaan tahun lalu yang belum selesai atau belum terlaksana.

Sementara itu, terkait tenaga masalah honorer guru non Dapodik, fraksi-fraksi seperti Nasdem, PKS, dan PPP turut menyuarakan aspirasi tersebut. Menanggapi hal tersebut, Dwi Agus memastikan bahwa tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), baik paruh waktu maupun penuh waktu, aman untuk tahun 2026 hingga 2027 mendatang.

“Tapi yang jelas kalau P3K baik paruh waktu, penuh waktu, insyaallah ini aman di dalam tahun 2026 bahkan nanti di 2027, karena kan ya sudah tanda tangan, kan ya?” pungkasnya.

Seluruh catatan kritis, rekomendasi, dan pertanyaan dari ketujuh fraksi tersebut selanjutnya akan dibahas secara maraton bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melalui mekanisme rapat Pansus DPRD Ponorogo. (adv).

Penulis : ROHMAN

Berita Terkait

Admin Medsos Di Ponorogo Jadi Tersangka.
Inovasi SAKTI RSUD Bantarangin Ponorogo, Hasil Rontgen Bisa Dikirim ke Pasien Tanpa Cetak Film
Ribuan Penonton Padati Pembukaan Kemilau Pekan Raya Ponorogo, Last Child Jadi Magnet
Tekan Biaya Produksi Petani Tembakau, Ponorogo Gelontorkan DBHCHT Rp 3 Miliar
Dorong Kesetaraan Gender, Plt Bupati Ponorogo Ingin Banyak Perempuan Duduki Jabatan Esellon II dan III
Telaga Ngebel Hadirkan Atraksi Wisata Malam, Pemkab Ponorogo Bidik Peningkatan PAD
Dituding Ancam Ketersediaan Air, Pegiat Lingkungan Ponorogo Desak Proyek Geotermal Dihentikan
Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:57 WIB

Admin Medsos Di Ponorogo Jadi Tersangka.

Rabu, 4 November 2026 - 16:36 WIB

Inovasi SAKTI RSUD Bantarangin Ponorogo, Hasil Rontgen Bisa Dikirim ke Pasien Tanpa Cetak Film

Rabu, 4 November 2026 - 16:33 WIB

Ribuan Penonton Padati Pembukaan Kemilau Pekan Raya Ponorogo, Last Child Jadi Magnet

Senin, 2 November 2026 - 16:28 WIB

Tekan Biaya Produksi Petani Tembakau, Ponorogo Gelontorkan DBHCHT Rp 3 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 16:26 WIB

Dorong Kesetaraan Gender, Plt Bupati Ponorogo Ingin Banyak Perempuan Duduki Jabatan Esellon II dan III

Minggu, 1 November 2026 - 19:01 WIB

Telaga Ngebel Hadirkan Atraksi Wisata Malam, Pemkab Ponorogo Bidik Peningkatan PAD

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Dituding Ancam Ketersediaan Air, Pegiat Lingkungan Ponorogo Desak Proyek Geotermal Dihentikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!

Berita Terbaru

ilustrasi

Hukum & Kriminal

Admin Medsos Di Ponorogo Jadi Tersangka.

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:57 WIB

Jatimnesia TV

Siaran Pers Polri Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Subianto.

Rabu, 4 Nov 2026 - 08:37 WIB

Camat Bendo, Hermin Supraptiwi

Hukum & Kriminal

Keuangan Desa Tegalarum Magetan Disorot Camat Bendo.

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:00 WIB