PONOROGO, JATIMNESIA.COM – Kondisi rumput Stadion Batoro Katong Ponorogo kembali menjadi sorotan setelah digunakan untuk konser Jos Jis Fest, Minggu (30/8).
Rumput yang masih dalam tahap perawatan itu terinjak ribuan penonton dan dinilai membutuhkan waktu untuk kembali pulih.
Asisten Pelatih Persepon, Dodi Amril Setiawan, mengatakan kondisi rumput dipastikan terdampak setelah digunakan untuk kegiatan dengan jumlah massa besar. Menurutnya, pemulihan membutuhkan waktu sedikitnya dua pekan.
“ Mungkin ya layu pasti, Mas. Tapi itu kan butuh perawatan paling enggak dua minggu untuk mengembalikan,” kata Dodi, Senin (31/8).
Dodi menjelaskan, Persepon selama ini membatasi penggunaan lapangan utama untuk menjaga kualitas rumput. Bahkan, program latihan tidak dilakukan di lapangan tersebut agar rumput tidak terus-menerus terinjak.
“ Kalau latihan, kita ada program latihan itu tidak di atas lapangan itu, nanti kan bisa rusak kalau kayak tadi malam diinjak-injak orang banyak,” ujarnya.
Tak hanya kondisi rumput, Dodi juga menemukan sejumlah material sisa konser yang masih berada di area lapangan. Diantaranya berupa kawat dan material lain yang dinilai dapat membahayakan pemain.
“ Saya tadi lihat ke sana itu banyak sekali masih sunduk-sunduk sama apa itu kawat-kawat pula, masih banyak itu. Takutnya itu nanti dampaknya ke atlet juga,” katanya.
Karena itu, lapangan diminta tidak langsung digunakan untuk aktivitas sepak bola. Pembersihan dan sterilisasi harus dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penyiraman dan pemupukan rumput.
“ Pertama itu harus dibersihkan, disterilkan dulu untuk lapangan itu, habis itu baru mulai perawatan di rumputnya,” ujar Dodi.
Menurut Dodi, rumput Stadion Batoro Katong menggunakan jenis Zoysia japonica. Namun, kondisinya belum setebal dan sekuat rumput di sejumlah daerah lain karena masih dalam proses perawatan. “ Madiun sudah lebih tebal, kalau sini kan masih dalam proses,” katanya.
Dodi menyebut kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan sebelum stadion digunakan untuk kegiatan di luar sepak bola. Terlebih, rumput disebut mulai menunjukkan perkembangan setelah rutin disiram dan dipupuk.
“Ini kan baru-baru ini sudah mulai hijau, disirami, terus dipupuk barang itu. Kok sekarang malah dikasih konser,” kata Dodi.
Persepon pun meminta penyelenggara konser menjalankan komitmen untuk bertanggung jawab apabila kegiatan tersebut menimbulkan kerusakan pada fasilitas stadion.
Dodi menegaskan, biaya pemulihan jangan sampai menjadi beban pengelola stadion maupun Persepon.
“ Makanya sesuai dengan janji kemarin yang katanya siap untuk kalau ada kerusakan, siap untuk bertanggung jawab. Berarti harus sesuai dengan apa yang dikatakan,” ujarnya.
Persoalan ini juga menjadi perhatian karena Stadion Batoro Katong diproyeksikan kembali digunakan untuk pertandingan Liga 4 pada Desember 2026. Kondisi lapangan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan terhadap Ponorogo sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kompetisi sepak bola.
“ Kalau enggak dijaga, nanti kembali lagi ke yang dulu, sulit lagi untuk berbicara di sepak bola khususnya di Jawa Timur,” kata Dodi.
Sementara itu, EO Jos Jis Fest, Akbar Yuda, menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kerusakan akibat pelaksanaan konser.
Akbar mengatakan Stadion Batoro Katong akan dikarantina selama sekitar satu minggu hingga maksimal 10 hari untuk memberi waktu bagi proses pembersihan dan pemulihan. “ Pada dasarnya, kita selaku EO siap bertanggung jawab,” kata Akbar.
Evaluasi kondisi rumput, lanjut dia, akan dilakukan setelah seluruh perlengkapan konser selesai dikeluarkan dari stadion.
“ Nanti setelah barang-barang yang loading itu keluar, kita evaluasi lagi, kita cek lagi, rumput mana yang perlu kita benahi, mana lagi yang kita bersihkan, pasti nanti kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Pihak EO juga mengaku siap mengikuti hasil kajian dinas terkait bagian stadion yang membutuhkan perbaikan, perawatan, maupun pemupukan.
“ Kita harus komitmen pada intinya apa yang kita sampaikan, kita siap bertanggung jawab,” katanya.
“ EO siap untuk memberi kontribusi ketika ada kerusakan sedikit pun atau mungkin ada kerusakan yang lain,” lanjut Akbar.
Ditengah sorotan terhadap kondisi rumput stadion, hingga berita ini diturunkan Kabid Pemuda dan Olahraga Disbudparpora Ponorogo, Wahid Purwanto, belum memberikan tanggapan terkait kondisi Stadion Batoro Katong pasca konser.
Penulis : Rohman









