PONOROGO, JATIMNESIA.COM – Ribuan penonton memadati Alun-Alun Ponorogo, Selasa (3/11/2026) malam, untuk menyaksikan pembukaan Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026.
Penampilan grup musik Last Child menjadi daya tarik utama, termasuk bagi pengunjung dari luar daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita secara resmi membuka kegiatan tersebut. Pekan raya ini menghadirkan pameran inovasi, pelayanan publik, promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kreativitas generasi muda, hingga hiburan rakyat.
Lisdyarita mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang untuk mendorong kebangkitan berbagai sektor di Ponorogo.
“Kemilau Pekan Raya Ponorogo adalah panggung kebangkitan kita bersama. Panggung bagi organisasi perangkat daerah dalam memberikan pelayanan publik yang informatif, transparan, dan berkualitas kepada masyarakat,” katanya, Rabu (04/11/2026).
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi dan perluasan pasar produk UMKM serta ruang kreativitas bagi inovator dan pelajar melalui Inotek Expo dan Student Music Festival.
“Panggung bagi UMKM sebagai sarana promosi dan perluasan pasar produk lokal agar semakin naik kelas. Panggung para kreator dan pelajar untuk berkarya serta berkompetisi, salah satunya melalui ajang Inotek Expo dan Student Music Festival yang kembali kita hidupkan,” ujarnya.
Antusiasme pengunjung terlihat dari kedatangan masyarakat luar daerah, seperti Surabaya, Malang, Madiun, Pacitan, Sidoarjo, dan Magetan. Lisdyarita mengajak mereka menikmati kuliner khas Ponorogo sekaligus berkunjung ke destinasi wisata Telaga Ngebel.
“Jangan lupa ketika di Ponorogo, nikmati kulinernya, nikmati Telaga Ngebel, dan jangan lupa juga nikmati semua yang ada di sini,” ajaknya.
Panitia juga menyiapkan hiburan rakyat gratis dan berbagai festival setiap hari. Setelah Last Child pada malam pembukaan, grup musik Darboy Genk dijadwalkan tampil pada malam penutupan.
“Yang kita nantikan adalah panggung hiburan rakyat gratis, di mana seluruh lapisan masyarakat bisa ikut berpesta menikmati malam ini bersama Last Child. Jangan lupa, setiap harinya juga tetap ada festival yang sangat luar biasa, dan akan diakhiri dengan penutupan bersama Darboy Genk,” ungkap Lisdyarita.
Dalam kesempatan itu, Lisdyarita juga meminta maaf apabila pembangunan dan perbaikan infrastruktur dalam beberapa bulan mendatang menimbulkan ketidaknyamanan, termasuk gangguan lalu lintas. Ia memahami keluhan masyarakat di media sosial terkait kondisi jalan dan proses perbaikan.
Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 diharapkan menjadi ruang hiburan sekaligus penggerak ekonomi lokal, promosi UMKM, pelayanan publik, dan pengenalan potensi daerah kepada masyarakat luas. (Adv).
Penulis : ROHMAN









