Disdukcapil Ponorogo Fasilitasi “GADIS JOS” Punya KTP.

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Sedang Merekam Data Salah Satu ODGJ Di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel.

Petugas Sedang Merekam Data Salah Satu ODGJ Di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel.

PONOROGO, JATIMNESIA.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ponorogo menargetkan ratusan warga Orang penderita Gangguan Jiwa (ODGJ), Disabilitas, Sakit serta Jompo segera mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Rabu (27/8).

Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kabupaten Ponorogo, Ruli Rahmawati, mengatakan bahwa pencatatan sipil terhadap warga-warga tersebut agar proses pemberian bantuan sosial oleh pemerintah bisa dilaksanakan.

“ PKH – PKH itu banyak meminta bantuan ke kita untuk keliling yang belum punya data kependudukan. Dan bisa digunakkan untuk bantuan itu. Targetnya hampir dua ratus, PKH ini kan Dinsos itu meminta data tunggal itu. Kemarin ada perintah dari Kementerian harus selesai tahun ini,” katanya, Rabu (27/8).

Baca Juga :  Ratusan Sopir Truk Lurug DPRD Ponorogo.

Diklaim Ruli Rahmawati, pihaknya telah melaksanakan program jemput bola sejak tahun 2018 lalu melalui inovasi GADIS JOS.

“ Untuk orang-orang yang disabilitas, jompo, sakit dan ODGJ. Karena kita punya program Gadis Jos, itu program dari Ponorogo singkatan dari gangguan jiwa, disabilitas, sakit, jompo dan ODGJ itu,” jelasnya.

Sejumlah tantangan ditemui petugas dalam proses perekaman data, terutama menghadapi penderita ODGJ.

Baca Juga :  Kado Istimewa Hakordia Kejari Ponorogo.

“ Ya kalau ngamuk, kita keliling pas ngamuk tidak memakai baju dan sebagainya itu yang lumayan sulit. Kemarin ke hutan jambu itu sampai dicari karena lari, sudah dua kali kesana belum berhasil,” ujar Kabid Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kabupaten Ponorogo.

Salah satu warga penderita kelumpuhan mengaku senang dengan program jemput bola ini serta berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah sebagaimana mestinya.

“ Terbantu, karena bisa meringankan kebutuhan saya mendapatkan bantuan,” ungkap Warga Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Yatemon (53).

Berita Terkait

Mayat Janda Ditemukan Bersimbah Darah Di Ponorogo
Ratusan Sopir Truk Lurug DPRD Ponorogo.
KAKEK DI PONOROGO RUDA PAKSA ANAK 7 TAHUN SELAMA 2 TAHUN.
Jalan Nasional Ponorogo – Madiun Amblas 5 Meter.
KPK Beberkan Kronologi Kasus OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
KPK OTT Bupati Ponorogo.
Dewan Sidak SDMT Ponorogo Yang Tolak MBG.
76 Ribu Warga Ponorogo Miskin.

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 18:18 WIB

Mayat Janda Ditemukan Bersimbah Darah Di Ponorogo

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:33 WIB

Ratusan Sopir Truk Lurug DPRD Ponorogo.

Rabu, 26 November 2025 - 16:21 WIB

KAKEK DI PONOROGO RUDA PAKSA ANAK 7 TAHUN SELAMA 2 TAHUN.

Jumat, 21 November 2025 - 22:02 WIB

Jalan Nasional Ponorogo – Madiun Amblas 5 Meter.

Minggu, 9 November 2025 - 03:08 WIB

KPK Beberkan Kronologi Kasus OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Jumat, 7 November 2025 - 18:21 WIB

KPK OTT Bupati Ponorogo.

Rabu, 1 Oktober 2025 - 10:34 WIB

Dewan Sidak SDMT Ponorogo Yang Tolak MBG.

Sabtu, 27 September 2025 - 10:35 WIB

76 Ribu Warga Ponorogo Miskin.

Berita Terbaru

Kabag Kesra Setdakab Magetan Dian Maheru Robby.

Politik & Pemerintahan

Pemkab Magetan Habiskan Rp 600 juta Fasilitasi Calon Jamaah Haji.

Rabu, 15 Apr 2026 - 16:45 WIB

Komisi C DPRD Magetan RDP Stakeholder Bahas Persiapan Pemberangkatan CJH.

Politik & Pemerintahan

Komisi C RDP Bahas Persiapan Pemberangkatan CJH Magetan.

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:50 WIB

Pembersihan Material Bangunan Yang Ambruk.

Peristiwa

Bangunan SDN Bendo 2 Magetan Ambruk.

Senin, 13 Apr 2026 - 15:59 WIB