BLITAR, JATIMNESIA.COM – Program Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten (Sang Kapten) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) berhasil mencetak tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di dunia industri.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan penuh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025 yang menjadi penggerak utama pelatihan hingga sertifikasi peserta.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Latprotrans), Latip Usman, menjelaskan bahwa Sang Kapten dirancang dengan pola 3 in 1, yaitu pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan magang kerja. Model ini dinilai efektif dalam menciptakan tenaga kerja yang terampil, produktif, dan sesuai kebutuhan industri.
“DBHCHT memberikan kontribusi besar dalam pelaksanaan program ini, mulai dari pelatihan hingga sertifikasi dan magang. Kami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar kompetensi industri,” ungkap Latip, Minggu (16/11/2025).
Dalam pelaksanaannya, Disnaker Kabupaten Blitar menerapkan lima aspek strategis, meliputi orientasi kebutuhan industri dan kewirausahaan, kolaborasi lintas sektor, pelatihan berbasis kompetensi tersertifikasi BNSP, pendampingan pascapelatihan, serta penyelenggaraan yang inklusif bagi semua peserta.
Tahun ini, Program Sang Kapten diikuti 143 warga Kabupaten Blitar dengan tujuh skema vokasi, yakni:
Barista Kopi: 20 peserta
Digital Marketing: 25 peserta
Make Up Artist: 20 peserta
Teknisi Peralatan Listrik Rumah Tangga: 18 peserta
Barber: 20 peserta
Juru Masakan Komersial: 20 peserta
Hair Styling Cutting: 20 peserta
Seluruh peserta dinyatakan telah menyelesaikan tiga tahapan utama: pelatihan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), uji sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP, serta magang di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sesuai bidang masing-masing.
Latip menegaskan bahwa keberhasilan program tahun ini merupakan bukti nyata pemanfaatan DBHCHT yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Blitar.
“Kami berharap lulusan Sang Kapten benar-benar dapat mandiri dan memiliki daya saing tinggi, sekaligus menjadi contoh bagi pengembangan program pelatihan berikutnya,” imbuhnya. (Adv).
Penulis : Dyan Natalia








