MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Dampak positif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirasakan oleh berbagai elemen masyarakat, terutama di kalangan pelajar penerima program, Jumat, 28 November 2025.
Misalnya diungkapkan salah satu siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Banyudono I, Yuda (12), mengaku lebih bisa kosentrasi pelajaran yang diberikan guru setelah menikmati menu dari program MBG ini. ” Lebih masuk materinya dan lebih fokus, karena banyak energi”, kata siswa kelas VI tersebut, Jumat, (28/11).
Yuda juga mengaku setelah adanya program MBG, ibunya juga tidak perlu mengirimkan bekal ke sekolah yang jaraknya jauh dari rumahnya. ” Lebih praktis, ibu tidak perlu ngantar ke sekolah, Jarak rumah jauh dari sekolah, kasihan ibu, ” ungkapnya.
Senada dengan Yuda, teman satu kelasnya Syara Indri Dwi Nur Aini (12), mengaku bisa menyisihkan uang saku dari orang tua yang biasa digunakan untuk membeli makan siang untuk di tabung. ” Uang sakunya ditabung, untuk beli peralatan sekolah”, ungkapnya.
Koordinator MBG, Leni Widiawati, memastikan seluruh siswa telah menikmati program Presiden Prabowo Subianto tersebut.
” Kita punya murid 87, semua menerima. Nah dulu anak-anak itu setiap hari tanya kapan kita dapat MBG ?, Hampir setiap hari itu yang ditanyakan. Akhirnya itu hari Jumat tanggal 21 November kemarin kita dapat informasi dari dapurnya sendiri, kalau hari senin akan didistribusikan MBG di SDN Banyudono”, ujarnya.
Menurut Leni, sejak pertama kali menerima MBG, anak-anak sangat senang dan antusias menyambut petugas yang datang ke sekolah. Pun pihak sekolah mengamati perilaku anak yang biasanya di kala siang sudah lemas kini masih semangat mengikuti pelajaran metode Full Day.
” Biasanya kita bagikan setelah sholat dzuhur, dan anak-anak itu tidak lemas ketika mau pelajaran setelah Ishoma. Itu anak-anak kembali bersemangat untuk belajar, karena anak-anak sudah dapat MBG untuk makan siang”, tutur Leni Widiawati.
Wali kelas IV SDN Banyudono 01 ini menceritakan sebuah kisah haru, bentuk kepedulian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap salah satu muridnya yang tidak bisa mencerna menu nasi putih.
” Dia setiap hari dikasih menu karbohidrat bukan nasi. Dan MBG itu menurut saya baik banget, meskipun hanya satu anak itu, setiap hari itu dikasih menu yang berbeda, kadang roti, kadang kentang, tetap menspesialkan meskipun itu cuma satu”, ungkapnya.
Meskipun belum genap satu minggu berjalan di sekolah SDN Banyudono 1, dirinya optimis program unggulan Presiden Prabowo tersebut bakal menjadi pondasi kuat bagi generasi muda meningkatkan kualitas diri dengan terpenuhinya gizi yang diperlukan tubuh.
” Saat ini untuk masalah peningkatan performa penguasaan materi belum ya, karena mungkin baru seminggu jadi belum terlihat, dan kita belum mengadakan ulangan serta belum menentukan hasil. Jadi untuk saat ini kalau masalah hasil dalam belajar belum terlihat, semoga setelah adanya MBG di SDN Banyudono 1 itu nilainya semakin bagus, anak-anak selalu antusias, dan prestasinya terus meningkat”, pungkas Leni Widiawati.
Penulis : Joko Nugroho








