PONOROGO, JATIMNESIA.COM – Selama tiga bulan kedepan, pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Kabupaten Ponorogo diperkirakan belum mendapatkan materi pembelajaran, Kamis (7/8).
Kepala SRT 5 Ponorogo, Devi Tri Candrawati, mengatakan, setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir peserta didiknya akan mengisi kegiatan dengan berkebun.
“ Untuk persiapan disaat kegiatan persiapan sekolah rakyat, jadi nanti setelah MPLS ini anak-anak tidak langsung mendapatkan materi pelajaran, namun mereka ada momen dimana anak-anak itu harus persiapan dulu,” katanya, Kamis (7/8).
Dijelaskan Devi, masa persiapan akan berlangsung cukup lama dengan waktu kurang lebih tiga bulan.
“ Ada dua bulan sampai tiga bulan, karena dimasa tunggu itu anak-anak akan mendapatkan sarana prasarana mulai dari laptop dan segala macamnya itu datang nanti di bulan depan,” jelas Devi Tri Candrawati.
Dengan jumlah 125 pelajar dari seluruh wilayah di Kabupaten Ponorogo, Kepala SRT 5 Ponorogo berharap, kegiatan berkebun itu akan bisa diterapkan siswa- siswinya ketika sudah lulus pendidikan formal.
“ Nanti kegiatan berkebun dan beternak juga ada dibelakang itu nanti semua akan dilakukan siswa sebagai wujud pembelajaran jika nanti anak-anak itu tidak melanjutkan kuliah atau pendidikan lebih tinggi, anak-anak bisa memilih wirausaha bisa dimulai dari dini,” ungkapnya.
Kedepannya pun berencana untuk memanfaatkan barang tidak terpakai dalam pelaksanaan program tersebut. “ Kalau rencana saya kedepan itu sama seperti pertanian tapi disini akan menggunakan barang bekas,” pungkas Devi.








