8 Kecamatan Di Magetan Rawan Karhutla.

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 26 Juli 2024 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGETAN [ Jatimnesia.com] – Memasuki musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan memetakan sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan yang rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan (Karhutla).

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Magetan Suparman mengatakan beberapa wilayah di Magetan rawan Karhutla yakni Kecamatan Panekan, Sidorejo, Plaosan, Poncol, Parang, Lembeyan, Kawedanan serta Ngariboyo.

” Jadi daerah rawannya itu ada di delapan kecamatan terdiri dari 29 desa/kelurahan, dari 29 desa/kelurahan itu memang semuanya memiliki potensi terjadi Karhutla karena disitu ada hutan rakyat juga ada hutan yang berhubungan langsung dengan hutan lindung, ” kata Suparman, Jum’at (26/7).

Baca Juga :  Kebijakan Pemkab Magetan, Beli Mobdin Mewah Dikala Ekonomi Rakyat Masih Susah.

Dari rincian itu, wilayah Barat atau kaki gunung Lawu memiliki daerah rawan paling banyak terjadi Karhutla.

” Kalau wilayah lawu memang relatif banyak, jadi mulai dari wilayah utara itu mulai Jabung, Ngiliran, dan Bedagung, langsung ke selatan Sukowidi, Sidomulyo, Getasanyar, wilayah Plaosan, Sarangan dan beberapa wilayah Poncol juga masuk, jadi memang relatif banyak untuk wilayah Barat, ” jelas Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Magetan.

Baca Juga :  PO STJ Magetan Operasionalkan 40 Bus Layani Pemudik Lebaran.

Lebih jauh, pihaknya bersama sejumlah stakeholder terkait sudah melakukan kewaspadaan dini mengingat saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau.

” Kita sudah mengarah ke kemarau, tapi memang sudah ada juga himbauan dari BMKG provinsi bahwa wilayah Jawa Timur ini sudah memasuki musim kemarau dan ada juga ada beberapa daerah yang kering, termasuk wilayah Magetan juga ada potensi, ” tutup Suparman.

Penulis : Joko Nugroho

Berita Terkait

Sosok Noorbiyanto, dari Ketua PWI Hingga Terpilih Aklamasi Ketua Organisasi Advokat Peradin Magetan.
Dekat Kampus 5 UNESA Magetan, Aktifitas Warem Maospati Dikeluhkan Warga.
Pelajar SMK Di Magetan Diduga Bunuh Diri Loncat Jembatan Ngujur.
Bangunan SDN Bendo 2 Magetan Ambruk.
Lagi – Lagi, Magetan Kota Banjir!!
Jalur Mudik Cemorosewu – Sarangan Jadi Atensi Kapolres Magetan.
Ikrar Kesatria Bhayangkara Polres Magetan.
Puluhan Pelajar Kecamatan Sine Ngawi Diduga Keracunan Makanan.

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Sosok Noorbiyanto, dari Ketua PWI Hingga Terpilih Aklamasi Ketua Organisasi Advokat Peradin Magetan.

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:49 WIB

Dekat Kampus 5 UNESA Magetan, Aktifitas Warem Maospati Dikeluhkan Warga.

Rabu, 22 April 2026 - 17:50 WIB

Pelajar SMK Di Magetan Diduga Bunuh Diri Loncat Jembatan Ngujur.

Senin, 13 April 2026 - 15:59 WIB

Bangunan SDN Bendo 2 Magetan Ambruk.

Minggu, 5 April 2026 - 09:38 WIB

Lagi – Lagi, Magetan Kota Banjir!!

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:44 WIB

Jalur Mudik Cemorosewu – Sarangan Jadi Atensi Kapolres Magetan.

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:39 WIB

Ikrar Kesatria Bhayangkara Polres Magetan.

Rabu, 1 Oktober 2025 - 16:30 WIB

Puluhan Pelajar Kecamatan Sine Ngawi Diduga Keracunan Makanan.

Berita Terbaru

Kepala Bapperida Kabupaten Magetan Eko Muryanto.

Politik & Pemerintahan

Usulan Pokir DPRD Magetan Butuh Anggaran Rp 22 Miliar.

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:17 WIB