BLITAR, JATIMNESIA.COM – Bupati Blitar Rijanto bersama Wakil Bupati Beky Herdihansah mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Sapa Bansos yang digelar di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Selasa (26/8).
Acara tersebut juga dihadiri Forkopimda Blitar, Kepala Bakorwil III Malang, Kepala Dinas PMD dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, jajaran pejabat Pemprov Jatim, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ketua Perwosi Kabupaten Blitar, kepala perangkat daerah, serta stakeholder terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur atas dukungan nyata terhadap masyarakat Blitar melalui berbagai program bantuan sosial.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan sosial, tetapi juga difasilitasi untuk mengembangkan usaha produktif dari dana zakat yang disalurkan. Harapannya, bantuan ini dapat memperkuat perekonomian keluarga serta menciptakan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Bupati Rijanto.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bantuan sosial yang digulirkan diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan angka putus sekolah di Kabupaten Blitar. Hal ini ditopang melalui berbagai program, seperti Bantuan Kebutuhan Siswa Miskin (BKSM), beasiswa, peningkatan infrastruktur dasar, pelatihan peningkatan SDM, hingga program pemerintah lainnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kegiatan Sapa Bansos merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat. Program yang disalurkan mencakup Jatim Puspa, Desa Berdaya, Pemberdayaan BUMDesa, KPM Lansia PKH Plus, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas, Penerima Permakanan LKSPD, KIP Eks PPKS Jawara, zakat produktif, dukungan bagi TKSK, SDM pendamping PKH, hingga Tagana.
Khofifah juga berpesan agar seluruh pihak memastikan keluarga pra-sejahtera maupun penyandang disabilitas mendapatkan hak bantuan sosial secara layak. Ia menambahkan, Pemprov Jatim terus mendorong operasi pasar, gerakan pasar murah, serta program ketahanan pangan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (adv/kmf).
Penulis : Dyan Natalia








