MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Pada Masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) DIRGANTARA LENGKARA UNESA Kampus 5, mahasiswa baru mulai diarahkan untuk mengenal Program studi ( Prodi) masing-masing secara lebih dekat.
Setelah sebelumnya tergabung dalam 35 kelompok yang berisi mahasiswa dari berbagai Prodi, mahasiswa disatukan berdasarkan prodi dan mengikuti rangkaian pengenalan serta pembekalan bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) masing-masing.
Mahasiswa baru dari 15 program studi, yakni PJKR, PGSD, Pendidikan Matematika, Tata Rias, Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, Manajemen, Sastra Inggris, PGPAUD, Teknologi Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Ilmu Administrasi Negara, serta Akuntansi, menempati ruangan yang telah ditentukan panitia di Gedung Utama, mulai dari lobby dan aula lantai 4 hingga Gedung 2 di Mranggen.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa mulai berinteraksi lebih intens dengan koordinator program studi, dosen, serta HMP untuk memperoleh gambaran awal mengenai lingkungan akademik dan bidang keilmuan yang akan mereka jalani.
Pembekalan tidak hanya berfokus pada pengenalan bidang studi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai perjalanan akademik mahasiswa sejak semester awal.
Mahasiswa diperkenalkan dengan struktur kurikulum, sistem pembelajaran, pengambilan Satuan Kredit Semester (SKS) dan Kartu Rencana Studi (KRS), etika akademik, hingga gambaran mata kuliah yang akan ditempuh.
Sejumlah Prodi juga memperkenalkan berbagai peluang akademik dan pengembangan kompetensi, seperti magang, penelitian, KKN, PLP, pertukaran mahasiswa, international track, guest lecture, virtual exchange, internship, hingga student exchange.
Bahkan, bentuk tugas akhir tidak selalu terbatas pada skripsi, tetapi dapat berupa artikel ilmiah, karya kreatif, proyek, maupun bentuk lain sesuai ketentuan masing-masing program studi.
Keragaman pembekalan tersebut turut memperlihatkan karakter dan keunikan bidang keilmuan masing-masing prodi.
Program Studi Sastra Inggris memperkenalkan kelas internasional serta pengalaman student exchange ke China dan Filipina, sedangkan Program Studi Akuntansi memperkenalkan International Track melalui guest lecture, virtual exchange, joint project, serta pembelajaran yang melibatkan penggunaan bahasa Inggris.
Disisi lain, Pendidikan Matematika memperkenalkan pengembangan keilmuan berbasis etno-realistis dan edupreneur. Ilmu Hukum dengan keilmuan hukum kontemporer dan lawpreneur, Ilmu Komunikasi melalui kompetensi digital dan kreativitas, Pendidikan Tata Rias melalui keterampilan dan karya, Teknologi Pendidikan melalui AI dan edutechnopreneurship, serta PGSD melalui konsep pendidikan futuristik berbasis digital dan edupreneur.
Pengenalan prodi juga menempatkan pengembangan diri sebagai bagian dari perjalanan mahasiswa selama perkuliahan. Mahasiswa diperkenalkan dengan konsep One Student One Achievement serta berbagai ruang pengembangan melalui kompetisi, penelitian, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), organisasi, kewirausahaan, seni, olahraga, dan debat.
Selain itu, mahasiswa mulai dikenalkan dengan sertifikat kompetensi, company visit, peluang kewirausahaan, serta pencatatan prestasi melalui sistem seperti SIPENA dan SIMPELMAWA.
Literasi digital, coding, kompetensi digital, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) juga mulai diperkenalkan, berdampingan dengan penekanan terhadap integritas akademik dan pencegahan plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi data, serta penggunaan AI secara tidak etis.
Dengan demikian, hari ketiga PKKMB menjadi tahap awal bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa perjalanan di program studi tidak hanya berkaitan dengan perkuliahan, tetapi juga mencakup pengembangan kompetensi, pengalaman, prestasi, jejaring, dan persiapan menuju dunia profesional.









