MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Inovasi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam menghadapi persoalan pencemaran Mikroplastik mendapat respons positif dari berbagai pihak.
MARICYCLE (Marine Recycle), gagasan yang dikembangkan oleh lima mahasiswa UNESA, kini tidak hanya memasuki tahap Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2), tetapi juga mendapatkan berbagai masukan dan dukungan melalui audiensi dengan sejumlah instansi dan lembaga.
MARICYCLE digagas oleh Novita Nur Khasanah, Tevan Agus Setiawan, Nadzila Zahra Aprilia, Rendy Syahputra, dan Sarah Amaylia.
Inovasi ini dikembangkan sebagai konsep teknologi yang ditujukan untuk menangkap, memisahkan, serta mengolah mikroplastik yang mencemari perairan.
Dalam proses pengembangannya, tim MARICYCLE melakukan audiensi untuk memperoleh masukan sekaligus melihat peluang pengembangan dan penerapan teknologi secara lebih luas.
Salah satu pihak yang memberikan perhatian terhadap inovasi tersebut adalah ECOTON.
Melalui audiensi yang dilakukan tim, ECOTON memberikan apresiasi sekaligus sejumlah catatan yang dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan MARICYCLE.
“ MARICYCLE ini memiliki gagasan yang menarik untuk menjawab persoalan mikroplastik. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu diperkuat, terutama terkait spesifikasi alat, sistem penyaringan, monitoring, hingga pengelolaan residu agar inovasi ini dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.” ujar Prigi Arisandi, Perwakilan ECOTON, 16 Juli 2026.
Bagi tim MARICYCLE, berbagai masukan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan inovasi.
Evaluasi dari ECOTON membantu tim melihat kembali kesiapan MARICYCLE dari sisi teknis sekaligus keberlanjutannya, sehingga pengembangan teknologi tidak berhenti pada tahap perancangan, tetapi dapat diarahkan menuju penerapan yang lebih nyata.
Saat ini, MARICYCLE telah berada pada tahap PKP2 setelah sebelumnya berhasil memperoleh pendanaan.
Tahapan tersebut menjadi momentum bagi tim untuk menunjukkan perkembangan inovasi sekaligus mempersiapkan MARICYCLE menuju tahap Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Dengan dukungan dan masukan yang telah diperoleh, tim MARICYCLE berharap inovasi tersebut dapat terus disempurnakan hingga mampu melangkah ke PIMNAS.
Lebih dari sekadar mengejar prestasi, tim berharap MARICYCLE dapat direalisasikan dan dikembangkan sebagai salah satu alternatif teknologi dalam menghadapi persoalan mikroplastik di perairan. (*).









