Ibu dan Anak Balita Warga Bogor Dibantai Di Madiun.

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedua Korban Ketika Dilaporkan Hilang.

Kedua Korban Ketika Dilaporkan Hilang.

MADIUN, JATIMNESIA.COM – Dini Hardiyanti, warga Cipulang, RT 04, RW 04, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dibunuh secara keji oleh suami sirinya sendiri Dwi Bagus Martono, warga Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, Selasa 27 Oktober 2026.

Selain membunuh istri sirinya, Dwi Bagus Martono, juga secara sadis membantai Arshaka Ghafa El Faeza, anak Dini Hardiyanti, yang masih Balita.

Kebiadaban Tersangka Dwi Bagus Martono sangat tidak manusiawi, Ibu dan anak itu, setelah dibunuh, tubuhnya dimutilasi, digiling, dibakar dan abunya disebar di sungai Madiun.

Baca Juga :  Kasus Lomba Lari Di Jalan Raya, PNS Dinas TPHP Magetan Dimintai Keterangan Polsek Maospati.

Polres Madiun Kota bersama Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang diduga menyebabkan ibu dan anak itu meninggal dunia.

“Masih dalam proses pendalaman oleh tim penyidik, terduga pelaku baru saja berhasil ditangkap,” kata Kapolresta Madiun AKBP Rizki Pratama, Minggu 25 Oktober 2026.

Untuk mengelabuhi Polisi, Dwi Bagus Martono melaporkan orang hilang ke Polresta Madiun, Dini bersama buah hatinya yang masih 4 tahun Arshaka Ghafa, pada 5 Oktober 2026.

Baca Juga :  Kepala Kantah ATR/BPN Magetan Diganti.

Kepada Petugas, Dwi Bagus Martono, mengaku kedua korban meninggalkan rumah sejak 20 September 2026.

Namun, ketika dilakukan penyelidikan polisi justru menemukan sejumlah kejanggalan terhadap keterangan pelapor yang berubah – ubah.

Dan, diperoleh informasi, Dini terakhir terlihat bersama Dwi Bagus Martono di Hotel Mataram, Kota Madiun pada 20 September. Pun, rekaman CCTV hotel mendapati Dwi Bagus membawa koper besar.

Berita Terkait

Kasus TBC Di Magetan Tembus Ribuan Penderita.
Dana Transfer Ponorogo Dipangkas Rp 142 Miliar, DPRD Soroti Nasib Infrastruktur Desa Hingga Utang PEN.
Kasus Mutilasi Istri Siri dan Balita di Madiun, Korban Sempat Tinggal 4 Bulan di Ponorogo.
Residivis Spesialias Bobol Masjid dan Mushola Keok Di Magetan.
Polres Ponorogo Kerahkan 278 Personel Dalam Operasi Patuh Semeru 2026
Kantongi Izin Kemenhut, TPA Baru Ponorogo Siap Dibangun Tahun Depan
Warga Magetan Ditemukan Membusuk Dirumah, Diduga Sudah Tewas 5 Hari.
Operasi Sikat Semeru 2026 Polda Jatim Amankan 1.212 Tersangka.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Kasus TBC Di Magetan Tembus Ribuan Penderita.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Dana Transfer Ponorogo Dipangkas Rp 142 Miliar, DPRD Soroti Nasib Infrastruktur Desa Hingga Utang PEN.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Kasus Mutilasi Istri Siri dan Balita di Madiun, Korban Sempat Tinggal 4 Bulan di Ponorogo.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ibu dan Anak Balita Warga Bogor Dibantai Di Madiun.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Residivis Spesialias Bobol Masjid dan Mushola Keok Di Magetan.

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Kantongi Izin Kemenhut, TPA Baru Ponorogo Siap Dibangun Tahun Depan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Warga Magetan Ditemukan Membusuk Dirumah, Diduga Sudah Tewas 5 Hari.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Operasi Sikat Semeru 2026 Polda Jatim Amankan 1.212 Tersangka.

Berita Terbaru

Ilustrasi TBC

Kesehatan

Kasus TBC Di Magetan Tembus Ribuan Penderita.

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:58 WIB

Kedua Korban Ketika Dilaporkan Hilang.

Hukum & Kriminal

Ibu dan Anak Balita Warga Bogor Dibantai Di Madiun.

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:07 WIB

Kepolisian Menunjukkan Barang Bukti Al-Quran Yang Dicuri Tersangka.

Hukum & Kriminal

Residivis Spesialias Bobol Masjid dan Mushola Keok Di Magetan.

Selasa, 27 Okt 2026 - 07:31 WIB