Telaga Ngebel Hadirkan Atraksi Wisata Malam, Pemkab Ponorogo Bidik Peningkatan PAD

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertunjukan tari Reog Ponorogo yang berkolaborasi dengan tari kontemporer yang menjadi magnet wisata baru di Telaga Ngebel.

Pertunjukan tari Reog Ponorogo yang berkolaborasi dengan tari kontemporer yang menjadi magnet wisata baru di Telaga Ngebel.

PONOROGO, JATIMNESIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur, menghadirkan konsep pengembangan wisata malam di kawasan Telaga Ngebel.

Selain mengandalkan panorama alam dan pertunjukan air mancur menari (water fountain), pemerintah daerah ingin menghadirkan pertunjukan tari dan kesenian sebagai atraksi baru untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Gagasan tersebut mengemuka setelah pertunjukan sendratari Mystical of Telaga Ngebel bertajuk “Larung Rasa Sang Lelana” digelar di dermaga Telaga Ngebel, Sabtu (24/10/2026) malam.

Pementasan yang memadukan gerak tari, musik, dan tata cahaya dengan latar telaga itu menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman wisata berbasis seni budaya di destinasi unggulan Ponorogo tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita mengusulkan agar pertunjukan seni di dermaga Telaga Ngebel dapat digelar secara rutin setiap Sabtu malam.

Menurut dia, atraksi tambahan diperlukan agar wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk berkunjung, sekaligus memperpanjang aktivitas kunjungan mereka di kawasan wisata tersebut.

Baca Juga :  Fraksi Golkar-Demokrat DPRD Kabupaten Blitar Himbau Eksekutif Konsisten Tetapkan Pimpinan OPD Sesuai Bidangnya

“Saya memang mengusulkan kepada teman-teman pariwisata, setiap Sabtu bisa ada pementasan di dermaga. Sehingga bisa menambah wisatawan datang ke Ngebel,” ujar Lisdyarita, (01/11/2026).

Pengembangan atraksi tersebut juga diarahkan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi pariwisata. Bertambahnya kunjungan wisatawan diharapkan berdampak pada aktivitas perdagangan, usaha kuliner, penginapan, hingga pelaku UMKM di sekitar Telaga Ngebel.

Jika mampu dikembangkan secara berkelanjutan, peningkatan aktivitas wisata tersebut juga berpotensi memperbesar kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ponorogo.

Lisdyarita menginginkan pertunjukan yang ditampilkan tidak hanya mendatangkan kelompok seni dari luar daerah, tetapi juga melibatkan sanggar tari, kelompok kesenian desa, dan sekolah di sekitar Ngebel.

Dia mencontohkan Tari Kecak di Bali yang berkembang dari kesenian masyarakat hingga menjadi salah satu atraksi wisata yang dikenal luas.

Baca Juga :  DPRD Magetan : Makan Siang Gratis Masuk Raperda APBD 2025.

“Di Bali itu ketika mereka menari Kecak itu, awalnya dari lingkungan dulu. Lingkungan yang ada di wilayah sana lalu berkembang. Kita belajar dari situ, makanya saya minta untuk di Ngebel ini, gimana bisa dari lingkungan dulu nanti baru mungkin ada dari luar,” katanya.

Selain menyiapkan pertunjukan seni, Pemkab Ponorogo juga berencana memperkuat suasana kawasan wisata pada malam hari melalui penambahan penerangan dan pencahayaan pepohonan di sekitar telaga.

Pengembangan ini diharapkan menjadikan Telaga Ngebel tidak hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga ruang pertunjukan budaya dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemkab Ponorogo pun dihadapkan pada tantangan untuk mengemas atraksi tersebut secara konsisten agar mampu meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap PAD. (adv)

Penulis : ROHMAN

Berita Terkait

Program Angkutan Gratis Sekolah Suprawoto Berhenti Era Bupati Magetan Nanik.
Dituding Ancam Ketersediaan Air, Pegiat Lingkungan Ponorogo Desak Proyek Geotermal Dihentikan
Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!
4 Bulan Kasus Pencurian Kantor Setdakab Magetan Belum Terungkap.
DBHCHT 2026 Ponorogo Lindungi 5.283 Petani Tembakau, Pemkab Siapkan Rp 1,3 Miliar untuk Pelatihan Kerja
Semarakkan Kemilau Pekan Raya 2026, Disperdagkum Gandeng 40 UMKM Lokal Ponorogo.
BPBD Magetan Bakal Diubah Type A, Karpet Merah ASN Eselon II.
DBHCHT Rp 4,1 Miliar Topang Kebutuhan Obat RSUD Bantarangin Ponorogo.

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:01 WIB

Telaga Ngebel Hadirkan Atraksi Wisata Malam, Pemkab Ponorogo Bidik Peningkatan PAD

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:48 WIB

Program Angkutan Gratis Sekolah Suprawoto Berhenti Era Bupati Magetan Nanik.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Dituding Ancam Ketersediaan Air, Pegiat Lingkungan Ponorogo Desak Proyek Geotermal Dihentikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:47 WIB

4 Bulan Kasus Pencurian Kantor Setdakab Magetan Belum Terungkap.

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Semarakkan Kemilau Pekan Raya 2026, Disperdagkum Gandeng 40 UMKM Lokal Ponorogo.

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:54 WIB

BPBD Magetan Bakal Diubah Type A, Karpet Merah ASN Eselon II.

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DBHCHT Rp 4,1 Miliar Topang Kebutuhan Obat RSUD Bantarangin Ponorogo.

Berita Terbaru

Kasatreskrim Polres Magetan, AKP Dwi Heroe Santoso

Hukum & Kriminal

4 Bulan Kasus Pencurian Kantor Setdakab Magetan Belum Terungkap.

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:47 WIB