MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Riyono mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) progam Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap produksi telur ayam peternak lokal, Kamis (7/5).
Hal ini menyusul aksi peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan terkait rendahnya harga telur ayam dibawah Harga Pokok Penjualan (HPP) Nasional yang berdampak serapan pasar hanya 60%.
” Memang ada problem yang harus segera dituntaskan berkaitan dengan ketersediaan yang cukup melimpah telur secara nasional”, kata Riyono, Kamis (7/5).
Karena stok telur yang tidak terserap pasar, Riyono menilai progam MBG akan sangat pas untuk menyerap stok-stok telur tersebut dengan cara penguatan koordinasi antara kementerian pertanian, pemerintah daerah, pengusaha MBG serta peternak ayam petelur.
” Apakah mereka asosiasi apakah mereka bagian dari pengusaha-pengusaha lokal, itu harus ada kewajiban untuk menyerap telur-telur untuk kepentingan MBG”, harapnya.
Disisi lain, pihaknya perihatin dengan keluhan peternak ayam petelur di Magetan yang hanya bisa menjual telur dengan harga Rp 21 ribu – Rp 22 ribu perkilogram jauh dibawah HPP Rp 26,500.00,- Perkilogram.
” Kalau di harga 21-22 ribu, ya pasti rugi. Ini kita utamakan untuk peternak lokal dan penyerapan telur dari dalam negeri”, ujarnya.
Penulis : joko nugroho








