MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Kasus keracunan pelajar saat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan tidak terjadi di Kabupaten Magetan, Kamis (25/9).
Namun Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan telah mengantisipasi agar kasus keracunan MBG tidak terjadi di Kabupaten Magetan.
Salah satunya, Disdikpora Kabupaten Magetan aktif koordinasi dengan lintas sektoral khususnya penyuplai program MBG di Kabupaten Magetan.
” Sebagai antisipasi, kita koordinasi dengan pihak MBG, ditindaklanjuti dengan data peserta didik terkait alergi makanan pada setiap anak. Sehingga nanti jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau jam makan tentu juga maju karena untuk antisipasi juga berubah rasa kalau dimakan jaraknya terlalu lama. Tentu juga pemantauan pada saat distribusi, ” jelas Sekretaris Dinas (Sekdin) Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Magetan Dian Astuti Purwandani, Rabu (24/9).
Ditambahkan Dian Astuti, Disdikpora Magetan melibatkan pihak sekolah untuk aktif memantau dan melaporkan apabila terjadi hal-hal yang kurang nyaman dirasakan oleh para siswa ketika konsumsi MBG.
” Dengan melibatkan pengawas dan pihak sekolah untuk selalu memantau setiap harinya dan melaporkan bilamana ada hal-hal yang berbeda, “ imbuhnya.
Sementara itu, data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Magetan, periode akhir Agustus program MBG telah mencakup 33.220 siswa/siswi mulai PAUD – SMP. Rincinya 1.478 murid PAUD, 3.916 KB/TK, 15.582 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 12.244 murid SMP.
Sedangkan, data dapodik periode 26 Agustus 2025 ada sejumlah 14.870 siswa/siswi tingkat PAUD dan TK, 33.367 siswa SD dan 17.886 murid SMP.








