MAGETAN,JATIMNESIA.COM – Puluhan embung di Kabupaten Magetan diprediksi bakal segera mengering dalam waktu dekat, Minggu (6/9).
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Yuli K Iswahyudi, mengatakan bahwa saat ini kondisi air di embung-embung yang ada sudah mengalami penyusutan ekstrim.
” Embung-embung kita dari 27 titik itu memang sebagian sudah mulai turun dan ada beberapa yang mengering. Mungkin bulan September ini kita perkiraan sudah kritis semua.” kata Yuli K Iswahyudi, Minggu ( 6/9).
Yuli menyebut saat ini ini air Telaga Pasir Sarangan serta waduk Gonggang yang digunakan untuk menyuplai kebutuhan irigasi pertanian serta suplai giling pabrik gula hingga Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
” Yang besar-besar itu telaga pasir Sarangan itu posisinya kalau kemarin kurang lebih turun tiga meter sekarang sudah tiga meter lebih itu, itu nantinya digunakan untuk pabrik gula sampai awal Oktober, sedangkan untuk waduk gonggang data kami kemarin turun kurang lebih tujuh meteran, itu juga masih digunakan untuk menyuplai air bersih PDAM maupun juga untuk kepentingan pertanian”, jelasnya.
Diprediksi ada ribuan hektare lahan pertanian yang terdampak kekeringan, terlebih para petani yang baru mulai menanam.
” Kalau embung kita ini sebenernya tidak banyak, tapi kalau yang waduk seperti telaga pasir itu besar sampai 6000 an hektare, jejeruk 5300 sekian hektare, nah ini memang dari awal tahun sebelum musim tanam satu kita sudah menyampaikan ke petani kalau tahun 2026 ini akan terjadi kemarau ekstrim. Jadi beruntung untuk kelompok-kelompok tani yang mempunyai sumur-sumur dalam, jadi masih ada support walaupun tidak sebesar di musim tanam satu tapi masih ada beberapa lokasi yang masih mencoba untuk menanam padi.” jelasnya.
Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Hujan di wilayah Kabupaten Magetan diramalkan bakal baru mulai terjadi di akhir tahun 2026 ini.
” BMKG informasinya untuk wilayah Magetan baru ada hujan awal Desember atau akhir Desember.” pungkas Kabid SDA DPUPR Kabupaten Magetan.
Penulis : JOKO NUGROHO









