PACITAN, JATIMNESIA.COM – Dinas Perdagangan,Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disdagnakertrans) Kabupaten Pacitan bersama Polres Pacitan, Pertamina Wilayah Kerja Madiun, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) agen membahas kelangkaan gas LPG ukuran 3 Kg.
Pasalnya, di wilayah Kabupaten Pacitan menjelang Hari Raya Idul Fitri gas LPG 3 Kg bersubsidi selalu menjadi penyakit musiman, bahkan ratusan warga rela antri panjang untuk mendapatkan barang yang akrab disebut gas melon tersebut.
Sesuai data dari Disdagnakertrans Kabupaten Pacitan, ada 11 agen gas LPG dan 740 pangkalan gas LPG 3 Kg, sedangkan setiap hari ada 15.097 pengguna tabung gas.
” Di Kabupaten Pacitan ada 11 agen dan ada 740 pangkalan, untuk pengguna setiap hari ada 15.097 pengguna tabung gas LPG 3 Kg”, kata Asep Suherman.
Ketua Hiswana Migas Wilayah Madiun, Agus Wiyono mengajak masyarakat agar tidak membeli ke penjual eceran agar tidak mendapatkan harga mahal, disarankan untuk membeli di pangkalan yang harganya sesuai dengan Harga Eceran Terendah (HET) sebesar Rp 18 ribu.
Agus Wiyono mewanti-wanti agar pangkalan fokus untuk melayani kebutuhan rumah tangga bukan permintaan industri.
” Hindari pengecer, dan untuk pangkalan difokuskan untuk melayani kebutuhan rumah tangga, karena pangkalan tentunya menjual sesuai dengan HET, dan bila masyarakat beli ke pengecer sudah jelas lebih dari harga pangkalan,” ungkapnya.
Sales Manager SBM 6 Minyak dan Gas wilayah Madiun, Gatot Subroto, menegaskan posisi Pertamina sebagai operator distribusi, sementara regulasi sepenuhnya berada di tangan pemerintah.
” Pengguna rata-rata harian di Pacitan ada 15.097 tabung perhari. Kemudian dalam rangka Idulfitri 2026 ada sebesar 38.080 tabung tambahan yang kita sebar mulai tanggal 13 sampai 22 Maret 2026,” jelas Gatot.
Penulis : Apriyanto








