MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Musim kemarau ini membuat petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan terpaksa menunda menanam padi akibat sulitnya mencari pasokan air irigasi, Rabu (16/9).
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan, Romandhon, mengatakan bahwa petani lebih memilih menunda penanaman padi sampai stok air yang ada bisa terjamin.
” Di Kecamatan Kartoharjo, Karangrejo, Barat, Maospati, Takeran serta Kecamatan Bendo, ya khususnya daerah potensi padi. Masih menunda bukan diberokan, karena airnya tidak mencukupi untuk tanam padi.” katanya, Rabu (16/9).
Meskipun di wilayah itu tersedia sumur air dalam, para petani tetap engan menanam karena beresiko terhadap ketersediaan air untuk kebutuhan dasar masyarakat.
” Jadi kalau memang itu dipaksa, dampaknya di masyarakat itu yang untuk Konsumsi air minum itu ya juga berpengaruh,” jelas Romandhon.
Sementara itu apabila ada petani yang masih berani menanam padi di musim kemarau ini maka dipastikan harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk memastikan tanama padi tetap hidup dengan mendapatkan pasokan air yang cukup.
” Ada yang sebagian yang sudah tanam itu yang sudah tanam. Pertama pengairannya mereka kebanyakan mandiri,” ungkapnya.
Disisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan masih harus menyelesaikan target realisasi tanam seluas 20 ribu hektare lebih sehingga Dinas TPHP Magetan masih terus gencar mendorong petani di Magetan untuk menanam padi.
” Menunda tanam, karena kita juga di tuntut pusat target 61 ribu koma sekian hektare. Sampai tanggal sebelas kemarin sudah mencapai 41.664 hektare itu sudah realisasi tanam. Berarti kita masih ada sisa di bulan September, Oktober, November dan Desember. Kurangnya hampir 20 ribuan”, pungkas Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas TPHP Magetan.
Penulis : JOKO NUGROHO









