Petani Pacitan Terancam Gagal Panen Karena Serangan Hawar Daun Dan Blash.

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani saat melakukan penyemprotan tanaman padi

Petani saat melakukan penyemprotan tanaman padi

PACITAN, JATIMNESIA.COM

Hektaran tanaman padi di Kabupaten Pacitan diduga terserang penyakit hawar daun, Kamis, 29 Januari 2026.

Penyakit hawar daun menyebabkan tanaman padi yang sebelumnya hijau berubah warna merah kecoklatan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (Kabid TPH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, Agus Rustamto, penyakit hawar daun dan Blash disebabkan bakteri dan jamur karena kelembaban yang tinggi.

Terlebih, karena faktor hujan yang terus menerus juga menyebabkan air banyak menggenang di area persawahan juga memicu timbulnya bakteri dan jamur yang mengancam tanaman padi.

Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) mewanti-wanti sejak awal musim taman agar petani lebih hati-hati dalam menanam padi.

Baca Juga :  Ungkap Pelaku Kekerasan Putri Isa Bajaj, Pemkab Magetan Datangkan Psikolog Anak.

” Sebenarnya itu sudah diwanti-wanti sejak awal tanam musim ini agar hati-hati saat penanaman padi, faktor hujan yang terus menerus menyebabkan air banyak menggenang di persawahan, prediksi teman-teman PPOPT memang ada potensi penyakit hawar daun dan blash yang disebabkan bakteri dan jamur, karena kelembaban yang tinggi dan sebenarnya sudah disampaikan kepada petani lewat PPOPT dan PPL untuk mengantisipasinya,” kata Agus Rustamto,Kamis (29/1).

Selain itu, Agus juga berpesan agar petani juga lebih telaten melihat perkembangan tanaman padinya di saat banyaknya angin kencang beberapa waktu lalu dan kondisi sekitar pacitan juga membawa hama wereng. Jadi diharap petani melakukan antisipasi selain penyakit juga hama wereng.

Baca Juga :  Dinkes Pacitan Berikan Tips Sehat Saat Puasa

” Petani harus sering melihat perkembangan tanaman, banyaknya curah hujan dan angin kencang juga bisa memicu adanya serangan hama wereng,”ujarnya.

Pun, pihaknya juga telah melakukan beberapa gerakan pengendalian hama dan penyakit oleh Kelompok Tani (Poktan) di dampingi PPL dan PPOPT untuk menangani hal tersebut.

“Kami terus berkomunikasi dengan Kelompok Tani dan melalui PPL serta PPOPT tentang pengendalian hama dan penyakit padi,”pungkas Agus

Penulis : Apriyanto

Berita Terkait

Pemkab Pacitan Terbitkan Aturan Peredaran LPG 3 Kg.
Pasokan Gas LPG Pacitan Ditambah 38.080 Tabung.
Dewan Pacitan Soroti Pembagian MBG
Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.
Pemkab Pacitan Digelontor 70 Miliar Untuk Atasi Banjir Kota dan Normalisasi Sungai Grindulu.
Tradisi Rontek Gugah Sahur Di Pacitan Kondusif
Baru Diresmikan Gubernur Jatim, Jalan Wisata Mangrove Park Dan Lanal Pacitan Rusak Parah
Gula Aren Organik Desa Temon Pacitan Tembus Pasar Dunia

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:20 WIB

Pemkab Pacitan Terbitkan Aturan Peredaran LPG 3 Kg.

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:02 WIB

Pasokan Gas LPG Pacitan Ditambah 38.080 Tabung.

Senin, 9 Maret 2026 - 08:27 WIB

Dewan Pacitan Soroti Pembagian MBG

Senin, 9 Maret 2026 - 08:21 WIB

Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:42 WIB

Pemkab Pacitan Digelontor 70 Miliar Untuk Atasi Banjir Kota dan Normalisasi Sungai Grindulu.

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:05 WIB

Tradisi Rontek Gugah Sahur Di Pacitan Kondusif

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:26 WIB

Baru Diresmikan Gubernur Jatim, Jalan Wisata Mangrove Park Dan Lanal Pacitan Rusak Parah

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:16 WIB

Gula Aren Organik Desa Temon Pacitan Tembus Pasar Dunia

Berita Terbaru

Kantor Dinas Dikpora Kabupaten Magetan.

Pendidikan

Pendaftar Beasiswa Magetan Overload.

Rabu, 1 Apr 2026 - 10:09 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  melaju di sirkuit Suryo

Politik & Pemerintahan

Gubernur Jatim Namai Sirkuit Suryo Magetan.

Senin, 30 Mar 2026 - 07:37 WIB

Bupati Magetan Nanik Sumantri.

Politik & Pemerintahan

Bupati Magetan Tunggu Regulasi Penerapan WFH ASN.

Jumat, 27 Mar 2026 - 15:35 WIB

Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono.

Pariwisata

Anggota DPR RI Minta Pemkab Magetan Serius Kelola Area Wisata.

Kamis, 26 Mar 2026 - 16:24 WIB