PACITAN, JATIMNESIA.COM
Hektaran tanaman padi di Kabupaten Pacitan diduga terserang penyakit hawar daun, Kamis, 29 Januari 2026.
Penyakit hawar daun menyebabkan tanaman padi yang sebelumnya hijau berubah warna merah kecoklatan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (Kabid TPH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, Agus Rustamto, penyakit hawar daun dan Blash disebabkan bakteri dan jamur karena kelembaban yang tinggi.
Terlebih, karena faktor hujan yang terus menerus juga menyebabkan air banyak menggenang di area persawahan juga memicu timbulnya bakteri dan jamur yang mengancam tanaman padi.
Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) mewanti-wanti sejak awal musim taman agar petani lebih hati-hati dalam menanam padi.
” Sebenarnya itu sudah diwanti-wanti sejak awal tanam musim ini agar hati-hati saat penanaman padi, faktor hujan yang terus menerus menyebabkan air banyak menggenang di persawahan, prediksi teman-teman PPOPT memang ada potensi penyakit hawar daun dan blash yang disebabkan bakteri dan jamur, karena kelembaban yang tinggi dan sebenarnya sudah disampaikan kepada petani lewat PPOPT dan PPL untuk mengantisipasinya,” kata Agus Rustamto,Kamis (29/1).
Selain itu, Agus juga berpesan agar petani juga lebih telaten melihat perkembangan tanaman padinya di saat banyaknya angin kencang beberapa waktu lalu dan kondisi sekitar pacitan juga membawa hama wereng. Jadi diharap petani melakukan antisipasi selain penyakit juga hama wereng.
” Petani harus sering melihat perkembangan tanaman, banyaknya curah hujan dan angin kencang juga bisa memicu adanya serangan hama wereng,”ujarnya.
Pun, pihaknya juga telah melakukan beberapa gerakan pengendalian hama dan penyakit oleh Kelompok Tani (Poktan) di dampingi PPL dan PPOPT untuk menangani hal tersebut.
“Kami terus berkomunikasi dengan Kelompok Tani dan melalui PPL serta PPOPT tentang pengendalian hama dan penyakit padi,”pungkas Agus
Penulis : Apriyanto








