MADIUN [Jatimnesia.com] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengumpulkan ratusan fasilitator yang tergabung dalam Pilar Sosial Masyarakat di Pendopo Muda Graha Madiun, Selasa (3/6).
Petugas kesejahteraan sosial yang terdiri dari Tagana, SDM pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), fasilitator Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), Karang Taruna hingga pendamping Rehabilitasi sosial (Rehsos) dilibatkan dalam dialog penguatan kapasitas pemberian layanan oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto.
Dalam pertemuan tersebut hadir juga Wakil Bupati (Wabup) Madiun dr. Purnomo Hadi.
Pemantapan sumber daya manusia pilar sosial sebagai upaya pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan serta masalah kesehatan masyarakat.
” Seperti yang kami sampaikan kepada teman-teman semua. Ada beberapa program baik dari PKH, SLRT semua program mengarah pada pengentasan kemiskinan, termasuk sekolah rakyat, kemudian pelatihan penguatan kapasitas itu termasuknya,” beber Hari Wuryanto, Selasa (3/6).
Program SLRT merupakan layanan masyarakat di Kabupaten Madiun khusus warga miskin serta rentan untuk rujukan guna mendapatkan bantuan dari pusat maupun daerah.
Sebanyak 52 fasilitator SLRT dibawah binaan Dinsos Madiun akan melakukan identifikasi kebutuhan yang dilanjutkan mendapat surat rujukan ke layanan kebutuhan yang dibutuhkan.
” Pesannya seperti yang mereka sampaikan sendiri. Saya adalah mengabdi tanpa henti setiap hari, “ tambah Bupati Madiun.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinsos Madiun, Hendro Suwondo, mengaku menyiapkan langkah-langkah yang muaranya sebagai upaya pengentasan kemiskinan, salah satunya dengan cara peningkatan kapasitas pelayanan dan masyarakat hingga pemberian bantuan yang tepat sasaran.
” Penurunan angka kemiskinan ada 3 langkah. Melalui bansos pengurangan beban, kedua melalui peningkatan pendapatan dan Dinsos pada pemberian bansos agar tepat sasaran, “ pungkasnya. ( adv).
Penulis : septian bayu








