MAGETAN [ Jatimnesia.com] – Puluhan warga Desa Tanjungsepreh Kecamatan Maospati menggelar demo di jalan desa setempat, Rabu ( 4/6).
Aksi ini sebagai reaksi atas rusaknya jalan yang diduga disebabkan oleh banyaknya Truk muatan galian yang Over Dimension Over Load (ODOL) dari lokasi tambang.
Protes warga Desa Tanjung Sepreh ini merupakan yang kedua kalinya sejak tahun 2017, namun sampai sekarang situasi dan kondisi tidak ada perubahan.
” Truk muatannya melebihi tonase, jadi baknya sudah ada tambahan plus masih tumpah-tumpah. Ini sudah terjadi kedua kalinya karena di 2017 warga juga aksi, sempat berhenti dan ini kembali lagi, lah ini warga minta kepastian dari hukum dari pemerintahan,” kata Kingkin Prasetyo, Rabu (4/6).
Kepala Desa Tanjungsepreh, Parno, membandingkan kondisi jalan desanya wilayah sekitar yang sangat baik dan terawat.
” Nyatanya Desa Temboro sudah dibangun bagus, Desa Gulun juga sudah dibangun bagus. Desa Tanjungsepreh sama sekali belum dibangun, hanya tambah sulam. Banyaknya truk yang bermuatan, masyarakat mengeluh terus terjadi kecelakaan. Tidak siang tidak malam ada kecelakaan, ada yang hidup ada yang mati,” ungkapnya.
Warga Desa Tanjungsepreh melarang truk-truk ODOL melewati jalan desa sampai ada kejelasan dari Pemerintah Kabupatem (Pemkab) Magetan terkait perbaikan jalan yang rusak.
” Kalau truk untuk tanah liat untuk keperluan warga masyarakat buat genteng bebas atau tebu hanya sekali tempo boleh, hanya satu yaitu truk bermuatan tanah urug yang lewat Tanjungsepreh stop, sampai ada perhatian dari Kepala dinas PUPR atau Kepala Daerah Bupati,” tegas Kepala Desa Tanjungsepreh.
Sementara itu Dinas Pekejaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan memastikan sudah melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Teknis Daerah (UPTD) serta pengusaha tambang.
” Penambang menyiapkan materialnya kemudian PUPR menyiapkan aspal dan tenaganya. Nanti setelah hari raya Idul Adha ini kita langsung memperbaiki jalan-jalan yang rusak ini,” ujar Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wahid.
Untuk tuntutan pelebaran jalan, dinasnya bakal melakukan pembahasan lebih lanjut bersama pihak-pihak terkait serta masyarakat.
” Perlu perencanaan dan penganggaran lebih lanjut, karena memerlukan anggaran yang tidak sedikit untuk pelebaran itu,” pungkas Kepala Dinas PUPR Magetan.
Penulis : Joko Nugroho








