NGAWI [Jatimnesia.com] – Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi bersama Generasi Z (Gen Z) kampanye anti stunting di alon-alon Ngawi, Sabtu (26/7).
Gen Z merupakan mediator penting untuk menyampaikan informasi kepada generasi muda Ngawi yang kelak menjadi pasangan orangtua.
Kepala Dinkes Kabupaten Ngawi dr Yudono mengatakan, melalui kampanye edukatif serta kreatif itu diharapkan Gen Z dapat peka dan ikut berpartisipasi langsung dalam pencegahan stunting.
” Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang penyebab, dampak dan pencegahanan stunting. Mendorong keterlibatan aktif remaja dalam upaya kampanye gizi dan kesehatan serta menumbuhkan kesadaran bahwa stunting dapat dicegah sejak remaja, “ jelas Kadinkes Ngawi.
Selain lomba tradisional, kompetisi konten digital anti stunting, live musik juga digelar talkshow pencegahan dan pengenalan stunting dengan narasumber dokter spesialis.
Kadinkes Ngawi berharap, selain upaya menurunkan angka stunting melalui program orang tua asuh dan konvergensi program antar instansi terkait, remaja dapat mengedukasi dan mengimplementasikan ilmunya kepada warga terdekatnya.
” Diharapkan dapa menyebarkan pesan anti stunting secara luas lewat media sosial dan kegiatan langsung, “ harapnya. 
Salah satu peserta kampanye remaja Saka Bhakti Husada pangkalan Puskesmas Kauman, Kecamatan widodaren, Dimas Aji Syah Putra mengatakan, upayanya untuk memberantas penyakit penghambat tumbuh kembang tersebut dengan terjun ke lapangan melalui program Posyandu anak.
” Kagiatannya melalui Posyandu rutin pada anak dan para Ibu untuk monitoring perkembangan anak, melalui itu jika anak terindikasi stunting bisa ditindaklanjuti lebih, ” bebernya.
Penulis : septian bayu








