Dewan Magetan : Dapur SPPG Harus Patuh SOP

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi B DPRD Magetan Rita Haryati.

Ketua Komisi B DPRD Magetan Rita Haryati.

MAGETAN, JATIMNESIA,COM – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami belasan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kediren 2 Kecamatan Lembeyan, Jumat, 17 Oktober 2025 lalu, menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan, Minggu (19/10).

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan Rita Haryati meminta seluruh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan patuh Standar Operasional Prosedur (SOP).

Baca Juga :  Sempadan Sungai Maospati Magetan Diduga Disewakan Rp 5- 10 Juta/Tahun.

” Jadi semua dapur berbenah. Karena kalau tidak sesuai akan dicabut ijinnya. Jadi dipenuhi saja SOPnya”, kata Rita, Minggu ( 19/10).

Dijabarkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan itu, SOP yang dimaksud salah satunya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), penjamah yang aktif mengontrol keberlangsungan tahap pendistribusian makanan termasuk managemen waktu persiapan penghidangan makanan agar tidak basi.

” Jadi manajemen dari tim persiapan, tim pengolahan, tim pemorsian dan pendistribusian itu selama termanagement yang baik tidak ada masalah, “ bebernya.

Baca Juga :  Antisipasi Keracunan Program MBG Di Magetan.

Rita Haryati menyebut tim Satuan tugas (Satgas) MBG yang telah dibentuk Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan harus aktif melakukan fungsi pengawasan hingga pendampingan.

” Tinggal mengoptimalkan saja fungsi pengawasannya, pendampingan. Sudah berjalan, seperti pendampingan dari Dinkes yang turun ke dapur melakukan sidak, “ pungkasnya.

Berita Terkait

Dinkes Pastikan Ngawi Tidak Ada Kasus Hantavirus.
Jaminan Kesehatan 998 Warga Magetan Dinonaktifkan.
Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis
Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.
RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.
Dinkes Magetan Temukan Ratusan Mamin Tak Layak Konsumsi
RSUD dr. Sayidiman Magetan Datangkan Alat Pendeteksi Tumor Paru.
Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:48 WIB

Dinkes Pastikan Ngawi Tidak Ada Kasus Hantavirus.

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:11 WIB

Jaminan Kesehatan 998 Warga Magetan Dinonaktifkan.

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:17 WIB

Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.

Rabu, 22 April 2026 - 16:05 WIB

RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:39 WIB

Dinkes Magetan Temukan Ratusan Mamin Tak Layak Konsumsi

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:18 WIB

RSUD dr. Sayidiman Magetan Datangkan Alat Pendeteksi Tumor Paru.

Senin, 9 Maret 2026 - 08:21 WIB

Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.

Berita Terbaru

Petugas Sedang Menangani Sampah.

Politik & Pemerintahan

Dari 60 TPS3R di Magetan, Hanya 29 titik Yang Berstandar Sarpras.

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:02 WIB

BEN Carnival #5 Digelar Meriah Di Kota Blitar.

BLITAR RAYA

BEN Carnival #5 Digelar Meriah Di Kota Blitar.

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:25 WIB