Iri dengan Ngawi dan Madiun, Warga Berharap Nanik Sumantri Lanjutkan Program Exit Tol Magetan.

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Tol Ruas Solo - Kertosono Melewati Wilayah Magetan.

Jalan Tol Ruas Solo - Kertosono Melewati Wilayah Magetan.

MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Kabupaten Magetan hingga kini tidak memiliki akses pintu tol, meskipun dilewati ruas Tol Solo – Kertosono.

Padahal, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Madiun memiliki exit tol, bahkan Kabupaten Madiun lebih dari satu pintu Tol.

Warga Kabupaten Magetan yang hendak ke luar kota harus ke wilayah Kabupaten Madiun atau Kabupaten Ngawi, pun bagi masyarakat luar kota yang ingin ke Kabupaten Magetan.

Kepada JATIMNESIA sejumlah warga menilai kondisi itu diduga menjadi salah satu sebab Kabupaten Magetan kurang diminati wisatawan ataupun Investor.

Baca Juga :  Sejumlah CPNS Magetan Ajukan Permohonan Lolos Otomatis SKD.

” Akses Ke Exit Tol jauh, harus ke Madiun atau Ngawi, Investor juga mungkin mempertimbangkan kondisi itu,” kata Zahrizan, warga Maospati, Kamis, ( 6/3).

Laki – laki 47 tahun yang berprofesi sebagai Ojok Online (Ojol) itu berharap, Bupati Magetan Nanik Sumantri dapat melanjutkan rencana yang tertunda ketika dirinya menjabat Wakil Bupati Magetan periode 2018-2024 tersebut.

” Khan kemarin era Bupati sebelumnya sudah ada rencana ya, dan yang jadi Bupati sekarang khan kemarin Wakil Bupatinya, semoga bisa dilanjutkan program itu, saat bu Nanik sudah menjadi Bupati Magetan “, ungkapnya.

Baca Juga :  Proyek Beli Tanah Rp 17 Miliar, Pos Anggaran Masuk Dinas Perkim Magetan.

Warga optimis, keberadaan Exit Tol di Kabupaten Magetan dapat menarik Investor untuk berinvestasi di Kabupaten Magetan sekaligus menarik wisatawan, karena akses ke Magetan mudah.

” jelas akan berdampak secara ekonomi masyarakat Magetan, semoga bisalah mewujudkan itu, ” pungkasnya.

Berita Terkait

Usulan Pokir DPRD Magetan Butuh Anggaran Rp 22 Miliar.
Anggaran Desa Terpangkas Pusat, APBDes Di Magetan Tersedot Untuk Gaji Perades.
Dewan Berharap Hibah Ke UNESA Di Magetan Tidak Untungkan Satu Pihak.
Hadiri Muscab, Bupati Nanik Optimis PERADIN Semakin Berkiprah Di Magetan.
Lancar Lantik 128 Kepsek, Bupati Magetan Siapkan Rekrutmen Tahap II.
SiLPA APBD Magetan TA 2025 Tembus Ratusan Miliar.
Marak, ASN Magetan Ajukan Ijin Cerai.
Ratusan Proposal Pokir DPRD Diamini Pemkab Magetan.

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Usulan Pokir DPRD Magetan Butuh Anggaran Rp 22 Miliar.

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:30 WIB

Dewan Berharap Hibah Ke UNESA Di Magetan Tidak Untungkan Satu Pihak.

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Hadiri Muscab, Bupati Nanik Optimis PERADIN Semakin Berkiprah Di Magetan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:56 WIB

Lancar Lantik 128 Kepsek, Bupati Magetan Siapkan Rekrutmen Tahap II.

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:48 WIB

SiLPA APBD Magetan TA 2025 Tembus Ratusan Miliar.

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:34 WIB

Marak, ASN Magetan Ajukan Ijin Cerai.

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:00 WIB

Ratusan Proposal Pokir DPRD Diamini Pemkab Magetan.

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:56 WIB

Kemampuan APBD Magetan Turun, Lansia Penerima Bansos Bunda Kasih Menyusut.

Berita Terbaru

Kepala Bapperida Kabupaten Magetan Eko Muryanto.

Politik & Pemerintahan

Usulan Pokir DPRD Magetan Butuh Anggaran Rp 22 Miliar.

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:17 WIB