MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Polsek Plaosan terus mendalami penyebab Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas satu hektare di kawasan lereng Gunung Lawu, tepatnya di Petak 72 D, RPH Sarangan, Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Minggu (6/9).
Peristiwa Kebakaran diarea depan obyek wisata Lawu Green Forest (LGF) itu menghanguskan tanaman kayu kaliptus, pinus, hingga cemara sejak Sabtu, 5 September 2026.
Kapolsek Plaosan, AKP Agus Budi Witarno, mengaku pihak kepolisian hingga kini belum bisa menyimpulkan sumber utama munculnya titik api, mengingat kondisi cuaca yang berada di musim kering, potensi kebakaran dapat terpicu oleh berbagai faktor.
Oleh karena itu, kepolisian terus menggali informasi di lapangan untuk memastikan penyebab utama kejadian tersebut.
” Kita langkahnya mengimbau pada pemangku yakni petani di hutan untuk hati-hati. Kita belum bisa menyimpulkan dari mana asal api karena musim kering, kita masih mencari-cari informasi”, ucapnya, Minggu (6/9).
Sementara itu, Asper BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, mengatakan kebakaran diketahui setelah petugas Perhutani yang sedang melakukan patroli melihat kepulan asap dari kawasan hutan tersebut. Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 14.00 WIB dan dengan cepat membakar sejumlah vegetasi di kawasan tersebut, seperti kayu kaliptus, pinus, dan cemara.
pihaknya menyampaikan dugaan awal api disebabkan berkaitan dengan aktivitas penggarapan lahan.
” Kalau penyebabnya diduga berkaitan dengan aktivitas penggarapan lahan ya, karena kawasan yang terbakar merupakan lahan dalam kawasan hutan dengan pengelolaan khusus (KHDPK)”, pungkasnya
Penulis : SEPTIAN









