Dinkes Magetan Antisipasi Keracunan MBG.

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 27 September 2025 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes Magetan dr Rochmad Hidayat

Kepala Dinkes Magetan dr Rochmad Hidayat

MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan rutin melakukan pengecekan kualitas bahan makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan, Sabtu, (27/9).

Pemeriksaan itu melibatkan tim dari berbagai unsur untuk memastikan bahan, proses sampai distribusi makanan yang dihidangkan untuk penerima program bisa sesuai dan aman.

” Kita secara proaktif melakukan pemeriksaan terhadap bahan-bahan yang ada di situ, kualitas airnya bagaimana, kemudian juga kita melakukan penilaian di SPPG itu. Kita lakukan secara periodik, intinya setiap kali pengecekan kita berikkan masukan kepada SPPG itu dan penjamahnya terkait alur, prosedur, tata cara dan lain sebagainya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Magetan, dr Rohmat Hidayat, Jum’at (26/9).

Baca Juga :  Wabah PMK Pacitan, 100 Ternak Mati, 63 potong Paksa.

Dinkes Magetan juga berupaya agar petugas penjamah bisa mempunyai sertifikasi yang menjamin profesionalitas mereka dalam melakukan pengawasan.

” Kita latih supaya mempunyai sertifikat penjamah, kita terus upayakan. Termasuk juga nanti dalam waktu dekat ini ada kegiatan zoom yang dilaksanakan kementerian kesehatan untuk para penjamah ini. Kami harapkan seluruh penjamah di dapur SPPG ini bisa mengikuti itu supaya ada tambahan pengetahuan tentang bagaimana prosedur pengelolaan makanan di setiap SPPG.” jelas dr Rohmat Hidayat.

Baca Juga :  Dinkes Magetan Awasi Peredaran Mamin.

Meskipun meminta masyarakat untuk tidak perlu meragukan kualitas makanan dari MBG, Kadinkes Magetan tetap meminta publik untuk selalu mengecek kondisi makanan yang akan dikonsumsi.

” Tidak perlu khawatir, tapi juga tetap harus diperhatikan sebelum kita mengkonsumsi makanan itu, dari manapun sumbernya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dinkes Pastikan Ngawi Tidak Ada Kasus Hantavirus.
Jaminan Kesehatan 998 Warga Magetan Dinonaktifkan.
Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis
Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.
RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.
Dinkes Magetan Temukan Ratusan Mamin Tak Layak Konsumsi
RSUD dr. Sayidiman Magetan Datangkan Alat Pendeteksi Tumor Paru.
Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:48 WIB

Dinkes Pastikan Ngawi Tidak Ada Kasus Hantavirus.

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:11 WIB

Jaminan Kesehatan 998 Warga Magetan Dinonaktifkan.

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:17 WIB

Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.

Rabu, 22 April 2026 - 16:05 WIB

RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:39 WIB

Dinkes Magetan Temukan Ratusan Mamin Tak Layak Konsumsi

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:18 WIB

RSUD dr. Sayidiman Magetan Datangkan Alat Pendeteksi Tumor Paru.

Senin, 9 Maret 2026 - 08:21 WIB

Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.

Berita Terbaru

Kepala Bapperida Kabupaten Magetan Eko Muryanto.

Politik & Pemerintahan

Usulan Pokir DPRD Magetan Butuh Anggaran Rp 22 Miliar.

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:17 WIB