Dinkes Magetan Temukan 300 Penderita TBC Dan 4.591 Suspek.

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 19 Mei 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kesehatan Magetan.

Dinas Kesehatan Magetan.

MAGETAN [ Jatimnesia.com] – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan menghimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila merasakan gejala penyakit Tuberkulosis (TBC), Senin (19/5).

Tanda-tanda TBC meliputi batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, demam tanpa sebab, keringat dingin tanpa sebab atau aktivitas dimalam hari.

” Kemudian nafsu makan menurun, badan lemah, letih, dan lesu. Kemudian ada benjolan, kita curigai ke arah TBC, itu segera kita mohon untuk periksa ke sarana kesehatan. Entah itu di swasta, puskesmas, atau rumah sakit,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan Suwantiyo melalui Pengelola Program TBC Dinkes Magetan Nilawati, Senin (19/5).

Baca Juga :  Harga Mamin Di Sarangan Magetan Dikeluhkan Mahal.

Sementara itu, Dinkes Kabupaten Magetan mencatat ada 300 penderita TBC serta 4 ribu lebih Suspek yang diduga menderita penyakit serupa.

” Perhari ini angka penemuan TBC kita sekitar 300 kasus. Kemudian kalau untuk yang terduganya itu pasien dengan keluhan mengarah ke TBC itu ada sekitar 4.591 pasien,” jelas Nilawati.

Nilawati mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan TBC dengan melaksanakan screening di daerah atau lokasi beresiko tinggi seperti lingkungan pondok.

” Ketika ditemukan di pondok kemudian kita lakukan investigasi kontak. Untuk pasien sendiri sudah diisolasi, selama dua bulan kemudian dalam pengawasan pondok diobati selama dua bulan. Setelah itu dikembalikan lagi ke pondok dengan prokes masker ketat,” ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan Kilometer Jalan Kabupaten Magetan Rusak.

Hal yang serupa juga dilakukan untuk pasien yang tidak menunjukkan gejala TBC.

” Untuk yang lain, yang tidak bergejala, kita lakukan pemeriksaan namanya Tuberculin Skin Test (TST) ya. TST itu untuk mengetahui apakah sudah terkena infeksi laten atau belum, untuk yang terkena infeksi laten akan kita berikan terapi pencegahan TBC,” pungkas Pengelola Program TBC Dinkes Magetan.

Penulis : Joko Nugroho

Berita Terkait

Kisah Pilu Warga Ponorogo, Anak Meninggal Karena TBC, Sisakan Biaya Pengobatan Jutaan Rupiah.
Dinkes Pastikan Ngawi Tidak Ada Kasus Hantavirus.
Jaminan Kesehatan 998 Warga Magetan Dinonaktifkan.
Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis
Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.
RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.
Dinkes Magetan Temukan Ratusan Mamin Tak Layak Konsumsi
RSUD dr. Sayidiman Magetan Datangkan Alat Pendeteksi Tumor Paru.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:26 WIB

Kisah Pilu Warga Ponorogo, Anak Meninggal Karena TBC, Sisakan Biaya Pengobatan Jutaan Rupiah.

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:48 WIB

Dinkes Pastikan Ngawi Tidak Ada Kasus Hantavirus.

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:11 WIB

Jaminan Kesehatan 998 Warga Magetan Dinonaktifkan.

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:17 WIB

Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.

Rabu, 22 April 2026 - 16:05 WIB

RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:39 WIB

Dinkes Magetan Temukan Ratusan Mamin Tak Layak Konsumsi

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:18 WIB

RSUD dr. Sayidiman Magetan Datangkan Alat Pendeteksi Tumor Paru.

Berita Terbaru

Kantor DPMPTSP Magetan.

Hukum & Kriminal

DPMPTSP Duga Seluruh Tempat Karaoke Di Magetan Belum Berijin.

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:18 WIB

Pasar Baru Magetan.

Ekonomi & Bisnis

Bupati Magetan Berharap Investor Sudi Investasi Di Pasar Baru Magetan.

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:11 WIB

Aktifitas Jual beli Sembako.

Ekonomi & Bisnis

Pasar Murah Sembako HUT Ke-351 Magetan Diserbu Warga.

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:32 WIB

Longsor Talud Di Kawasan Wisata Sarangan

Pariwisata

Pengelola Jasa Wisata Keluhkan Sarangan Magetan Bakal Sepi.

Senin, 12 Okt 2026 - 10:01 WIB