Dewan Pacitan Pertanyakan Penanganan HIV AIDS.

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 11 Juli 2024 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko.

Ketua Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko.

PACITAN [ Jatimnesia.com] – Kabupaten Pacitan ramai diperbincangkan terkait maraknya sebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Pun, Komisi II DPRD Pacitan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pacitan meminta Dinas Kesehatan ( Dinkes) Pacitan peka.

” Dinkes memang mitra Komisi II. Dan dengan adanya penyakit menular ini kami sudah berupaya menekan kepada Dinkes agar sedemikian rupa peka terhadap situasi yang ada ,” kata Rudi Handoko, Kamis (11/7).

Baca Juga :  2 Pemuda Magetan Terseret Air Sungai, 1 Korban Belum Ditemukan.

Menurut Rudi Handoko, Komisi II DPRD Pacitan bersama Dinkes pernah turun di Kecamatan Tulakan. ” Dulu kami bersama Dinkes sudah pernah mengadakan penekanan di wilayah Kecamatan Tulakan,” bebernya.

Dengan adanya konfirmasi dari media massa mempertanyakan perihal tersebut, Rudi Handoko akan segera meminta keterangan kepada Dinkes Pacitan.

” Kalau teman-teman media sudah menanyakan hal seperti ini tentunya kami akan segera menanyakan ke Dinkes,” tegasnya.

Baca Juga :  Dinkes Pacitan Dapat Kucuran Dana Rp 17,5 Miliar Dari DBHCHT

Pandangan Legislator dari partai Demokrat tersebut, keterbukaan Dinkes terkait dengan penyakit menular dan berbahaya memang kurang, pihaknya meminta agar Dinkes jangan hanya berpangku tangan.

” Memang keterbukaannya kurang. Dan Dinkes jangan hanya berpangku tangan, setelah ada permasalahan ada kasus baru bertindak. Kami akan mempertanyakan dulu kepada Dinkes, dari 12 Kecamatan ini bagaimana caranya untuk mengadakan sosialisasi dan penanganan,” pungkasnya.

Penulis : Suluh Apriyanto

Berita Terkait

Kisah Pilu Warga Ponorogo, Anak Meninggal Karena TBC, Sisakan Biaya Pengobatan Jutaan Rupiah.
Dinkes Pastikan Ngawi Tidak Ada Kasus Hantavirus.
Jaminan Kesehatan 998 Warga Magetan Dinonaktifkan.
Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis
Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.
RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.
Pemkab Pacitan Terbitkan Aturan Peredaran LPG 3 Kg.
Pasokan Gas LPG Pacitan Ditambah 38.080 Tabung.

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:48 WIB

Dinkes Pastikan Ngawi Tidak Ada Kasus Hantavirus.

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:11 WIB

Jaminan Kesehatan 998 Warga Magetan Dinonaktifkan.

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:17 WIB

Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.

Rabu, 22 April 2026 - 16:05 WIB

RSUD dr. Sayidiman Magetan Ingatkan Warga Rutin Cek Kesehatan Jantung.

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:20 WIB

Pemkab Pacitan Terbitkan Aturan Peredaran LPG 3 Kg.

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:02 WIB

Pasokan Gas LPG Pacitan Ditambah 38.080 Tabung.

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:39 WIB

Dinkes Magetan Temukan Ratusan Mamin Tak Layak Konsumsi

Berita Terbaru

Kantor PPKB PP dan PA Kabupaten Magetan.

Politik & Pemerintahan

Biaya Perjalanan Dinas P2KBP3A Magetan Tembus Rp 3,2 Miliar.

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:36 WIB

Petugas saat berupaya memadamkan kobaran api di rumah Dinas Puskesmas yang terbakar.

Peristiwa

Rumdin Puskesmas Ponorogo Selatan Terbakar.

Kamis, 24 Sep 2026 - 10:05 WIB

Tim Disperkim Magetan Melakukan Kunjungan Lapangan Di Salah Satu RTLH.

Politik & Pemerintahan

2.500 Warga Magetan Tempati Rumah Tidak Layak Huni.

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:40 WIB