NGAWI, JATIMNESIA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan bahwa hingga kini wilayah Kabupaten Ngawi aman dari ancaman Hantavirus.
Pengelola Program Zoonosis bidang P2P Dinkes Ngawi, Anang Ristanto, menegaskan bahwa angka kasus virus yang dibawa oleh hewan pengerat tersebut masih berada di angka nol. ” Ngawi untuk kasus Hantavirus nihil”, kata Anang, Selasa (23/6).
Meski belum ditemukan kasus di Kabupaten Ngawi, masyarakat dihimbau untuk tidak lengah.
Hantavirus dikenal sebagai virus yang dibawa oleh tikus serta hewan pengerat lainnya, dan berpotensi menyebabkan penyakit berat pada manusia jika terinfeksi.
Berbeda dengan beberapa virus menular lainnya, Hantavirus tidak bisa menular dari manusia ke manusia, namun penularan murni terjadi dari hewan ke manusia melalui dua cara menghirup partikel kecil yang terbang dari kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi serta kontak langsung dengan tikus.
” Diminta warga mengenali gejala awal infeksi Hantavirus agar bisa melakukan tindakan cepat. Gejala yang muncul menyerupai flu berat, salah satunya tubuh terasa lemas, disertai mual, muntah, hingga sakit perut”, imbuhnya.
Dinkes Ngawi menekankan, kunci utama terhindar dari Hantavirus adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus seperti menutup akses masuk tikus agar tidak bersarang hingga mengelola sisa makanan.
” Masyarakat yang baru saja bersentuhan dengan sarang atau kotoran tikus, lalu mengalami gejala demam tinggi disertai sesak napas, segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit dan sampaikan kepada petugas medis bahwa Anda memiliki riwayat paparan atau bersentuhan dengan tikus, ” pungkas Anang Ristanto.
Penulis : Septian Bayu








