MAGETAN, JATIMNESIA.COM- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak beragam bagi masyarakat, mulai kualitas gizi anak terjamin, petani dan peternak menerima manfaat, juga banyak warga Magetan yang mendapatkan pekerjaan, Kamis, 29 November 2025.
Salah satunya dialami Zaenal Hasan Nafarin. Warga Desa Tamanarum Kecamatan Parang ini sangat bersyukur mendapatkan pekerjaan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
” Alhamdulilah, meskipun banyak persaingan hingga ratusan pelamar, saya termasuk dari 50 orang yang diterima menjadi relawan SPPG, saya sungguh bersyukur,” ungkap Zaenal Hasan Nafarin, Kamis, 27 November 2025.
Nafarin mengaku dua tahun pontang – panting mencari pekerjaan, karena dirinya adalah anak tertua yang harus menghidupi ibu, nenek dan kedua adiknya.
” Sebelumnya sudah mencari kerja dua tahunan karena sedikitnya lapangan pekerjaan, apalagi kondisi fisik saya setelah operasi sehingga tidak bisa bekerja telalu berat”, ujarnya.
Pemuda 27 Tahun ini berharap, akan berdiri SPPG lainya di Kabupaten Magetan agar dapat menyerap tenaga kerja khususnya warga lokal.
” Semoga dapat membantu membuka lowongan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran di berbagai tempat dan daerah,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, perlahan namun pasti menunjukkan kontribusi positif berbagai pihak, salah satunya penyerapan tenaga kerja.
Salah satunya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepolisian Resor (Polres) Magetan yang menyerap ratusan warga lokal untuk bekerja.
” Jumlah SPPG ada tiga unit, yakni SPPG Kecamatan Plaosan 47 orang, Kecamatan Poncol 47 orang, dan SPPG Kecamatan Ngariboyo 49 orang”, kata Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa melalui Kasi Humas Polres Magetan, Ipda Indra Suprihatin, Kamis, 27 November 2025.
Selain SPPG Polres Magetan, serapan tenaga kerja lokal juga dilakukan oleh SPPG lain di Kabupaten Magetan, diantaranya Yayasan Siti Walidah, yang telah mempekerjakan 47 orang dan 3 pengelola profesional dari berbagai lintas usia.
” 47 relawan ditambah tiga orang office. 50 persen warga Desa Blaran sebagian dari desa sekitarnya, usia mereka berkisar 21 sampai 55 tahun”, pungkas pengelola Yayasan Siti Walidah, Rita Haryati.
Penulis : Joko Nugroho








