MAGETAN [ Jatimnesia.com ] – Anomali cuaca saat ini yang tidak menentu membuat Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kabupaten Magetan bekerja ekstra untuk antisipasi datangnya berbagai sumber penyakit yang dapat menyerang masyarakat.
Dinkes Kabupaten Magetan menghimbau masyarakat aktif menerapkan perilaku hidup sehat salah satunya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Dinkes Magetan dr. Rohmat Hidayat mengatakan, perilaku PSN meliputi menutup tempat yang berpotensi menjadi penampungan air, mengubur barang bekas serta menguras tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti.
“ Kita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bosan-bosannya melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala dan rutin, agar jentik nyamuknya bisa diberantas,” kata dr. Rohmat Hidayat, Rabu (9/7).
Dijelaskan Kadinkes Magetan, anomali cuaca kemarau basah yang saat ini berlangsung memiliki potensi nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah berkembang biak lebih cepat.
“ Kadang panas terus tiba- tiba hujan itu bisa menyebabkan genangan air. Setiap ada genangan itu pasti akan menjadi potensi tumbuh berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah,” beber Rohmat Hidayat.
Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Kabupaten Magetan telah melakukan sejumlah upaya pencegahan yang melibatkan berbagai stakeholder.
“ Secara masif memberikan himbauan masyarakat, juga kegiatan surveylent tetap kita pantau dan lakukan serta sosialisasi. Dan apabila ditemukan satu kasus ya segera kita tindaklanjuti dengan melakukan penyeleidikan epidemiologi serta tindakan-tindakan pencegahan diantaranya PSN tadi,” jelas dr. Rohmat Hidayat.
Kadinkes Magetan membeber, tercatat ada 198 kasus DBD periode Januari-Juni 2025, diantaranya Januari 40 kasus, Februari 33, Maret 39, April 31, Mei 26 dan Juni 29.
“ Kasus DBD sampai akhir Juni 2025 kurang lebih 198 orang,” tambah Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantiyo mendampingi Kadinkes Magetan.
Penulis : Joko Nugroho








