NGAWI, JATIMNESIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi mengukir prestasi membanggakan dipenghujung tahun 2025, Senin, 1 Desember 2025.
Kota Orek – Orek dinobatkan sebagai Pemerintah Kabupaten dengan Pengelolaan Manajemen Talenta Terbaik II Nasional pada Anugerah Badan Kepegawaian Negara (BKN) Award 2025, dalam Rakornas Kepegawaian, di Jakarta, Rabu, 19 November 2025.
Penghargaan BKN Award 2025 diterima langsung Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono dalam acara tahunan yang digelar BKN tersebut.
Disisi lain, Rakornas Kepegawaian merupakan proses evaluasi, sekaligus memberikan apresiasi kinerja oleh pemerintah instansi pusat dan daerah dalam pengelolaan managemen ASN.
BKN Award diberikan kepada instansi pemerintah atas capaian serta inovasi terbaik di dalam pengelolaan kepegawaian sebagai simbol pengakuan terhadap dedikasi kinerja instansi pada penerapan sistem dan reformasi birokrasi berkelanjutan.
Melalui penghargaan ini, sebagai bukti Pemkab Ngawi yang telah membangun pengelolaan ASN yang profesional, transparan, dan berbasis data, melalui penilaian pada 4 aspek utama ; Indeks NSPK Manajemen ASN, Pengelolaan Data & Sistem Informasi, Manajemen Talenta, dan Layanan Kepegawaian.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, dalam sambutannya, BKN Award yang dimulai tahun 2015 tersebut bukan hanya sekedar penghargaan, melainkan bentuk pengakuan atas komitmen instansi pemerintah dalam membangun tata kelola kepegawaian yang modern dan akuntabel.
” Melalui penghargaan ini, pemerintah berharap terbentuknya birokrasi yang lebih profesional, adaptif, dan berbasis sistem merit sebagai fondasi menuju birokrasi kelas dunia”, kata Zudan.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, pemerintah Ngawi menciptakan aplikasi Sistem Informasi Gabungan Data ASN Ngawi (Si-Gading), sebuah inovasi unggulan untuk manajemen ASN dalam mengembangkan kompetensi.
“ Ini sebagai terobosan, aplikasi itu bisa memberikan kepastian jenjang karir ASN di kabupaten Ngawi. Sehingga pengisian ASN tidak lagi ngomong like And dislike atau tidak ngomong kedekatan dengan kepala daerahnya dan sebagainya “, ungkap Mas Ony.
Dibeber Mas Ony, dalam aplikasi Si- Gading, ASN dipandu untuk mengembangkan kompetensinya, sekaligus mempermudah birokrasi dalam melakukan manajemen kepegawaian.
“ Secara profesional ketika semua ASN bisa melihat secara real time kondisi apa yang ada di aplikasi itu yang dia bisa berkinerja baik, golongannya sudah tepat, banyak melakukan pelatihan, seminar, penguatan dan sebagainya prestasinya banyak tentu saja dia naik posisi tertentu”, pungkas Bupati Ngawi. (adv).
Penulis : Septian Bayu








