Petani Tembakau Pacitan Rasakan Dampak Kemarau Basah.

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 13 Oktober 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Handoko, petani tembakau di Pacitan

Handoko, petani tembakau di Pacitan

PACITAN, JATIMNESIA.COM – Petani tembakau di Kabupaten Pacitan dipaksa harus lebih kreatif saat menghadapi musim tanam di musim kemarau basah, Senin, 29 September 2025.

Kondisi cuaca yang tidak menentu saat mulai proses tanam hingga pascapanen, demi menjaga kualitas tembakau terbaik.

Salah seorang petani tembakau jenis grompol di Kabupaten Pacitan, Handoko, merasakan langsung dampak perubahan cuaca ekstrem ini.

Menurutnya, musim kemarau basah tahun ini menjadi yang terberat baginya sejak menekuni tanaman tembakau tiga tahun terakhir.

“ Tahun ini 2025, bagi petani tembakau cukup berat, Musim yang tidak menentu banyak menyebabkan tanaman layu dan mati,” kata Handoko, Senin (13/10).

Baca Juga :  Rawat Jagad Pacitan 2024 Kembali Digelar.

Kondisi ini memaksa petani untuk melakukan penyulaman bibit hingga tiga kali dalam satu lahan.

Terlebih tanaman tembakau sangat rentan terhadap jamur dan penyakit layu akibat kelembapan tinggi.

Meskipun menghadapi kesulitan, Handoko tetap optimistis harga tembakau akan lebih tinggi.

Ia berharap harga jual tetap stabil dan tidak ada permainan harga yang merugikan petani.

“ Jika prediksi saya harga lebih tinggi panen ini, ya karena cuaca kemarau basah. Harapannya ya tentu harga stabil dan tidak ada permainan harga. Karena itu merugikan untuk petani,”pungkasnya.

Baca Juga :  Kabar Aksi Demo Ponorogo Tidak Terbukti.

Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat, khususnya petani, akan bahaya rokok ilegal. Rokok ilegal dapat dikenali dari lima ciri utama, yaitu tanpa pita cukai, pita cukai palsu, pita cukai bekas, salah peruntukan, dan salah personalisasi.

Demikian juga, menjual rokok ilegal merupakan pelanggaran hukum yang diancam pidana penjara satu hingga lima tahun dan atau denda yang besar. ( adv).

Penulis : Apriyanto

Berita Terkait

Pemkab Pacitan Terbitkan Aturan Peredaran LPG 3 Kg.
Pasokan Gas LPG Pacitan Ditambah 38.080 Tabung.
Dewan Pacitan Soroti Pembagian MBG
Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.
Pemkab Pacitan Digelontor 70 Miliar Untuk Atasi Banjir Kota dan Normalisasi Sungai Grindulu.
Tradisi Rontek Gugah Sahur Di Pacitan Kondusif
Baru Diresmikan Gubernur Jatim, Jalan Wisata Mangrove Park Dan Lanal Pacitan Rusak Parah
Gula Aren Organik Desa Temon Pacitan Tembus Pasar Dunia

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:20 WIB

Pemkab Pacitan Terbitkan Aturan Peredaran LPG 3 Kg.

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:02 WIB

Pasokan Gas LPG Pacitan Ditambah 38.080 Tabung.

Senin, 9 Maret 2026 - 08:27 WIB

Dewan Pacitan Soroti Pembagian MBG

Senin, 9 Maret 2026 - 08:21 WIB

Dinkes Pacitan Awasi Peredaran Pangan Dan Takjil.

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:42 WIB

Pemkab Pacitan Digelontor 70 Miliar Untuk Atasi Banjir Kota dan Normalisasi Sungai Grindulu.

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:05 WIB

Tradisi Rontek Gugah Sahur Di Pacitan Kondusif

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:26 WIB

Baru Diresmikan Gubernur Jatim, Jalan Wisata Mangrove Park Dan Lanal Pacitan Rusak Parah

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:16 WIB

Gula Aren Organik Desa Temon Pacitan Tembus Pasar Dunia

Berita Terbaru

Perwakilan Perusahaan Tambang Memberikan Keterangan Kepada Wartawan.

Hukum & Kriminal

Pengelola Tambang Sayutan Parang Magetan Klaim Izin Operasional Lengkap.

Minggu, 7 Jun 2026 - 14:26 WIB

Ekonomi & Bisnis

N Kost Maospati Solusi Sewa Kamar Harian Kaum Hawa Di Magetan.

Minggu, 7 Jun 2026 - 10:36 WIB

N Kost Maospati Kabupaten Magetan

Ekonomi & Bisnis

N Kost Maospati Pilihan Tepat Mahasiswa UNESA Magetan.

Jumat, 5 Jun 2026 - 09:48 WIB

Protes Warga Tolak Tambang Galian C

Hukum & Kriminal

Kantor DPRD Magetan Digeruduk Warga Tolak Tambang Galian C Sayutan.

Rabu, 3 Jun 2026 - 16:26 WIB