Reog Ponorogo Menari di Washington, Diaspora Bawa Identitas Lokal ke Panggung USA

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reog Ponorogo saat tampil di Amerika.

Reog Ponorogo saat tampil di Amerika.

PONOROGO,JATIMNESIA.COM – Reog Ponorogo kembali membawa nama daerah asalnya ke panggung Amerika Serikat. Kesenian khas Ponorogo itu tampil dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Wisma Indonesia, Washington DC, Senin (17/8).

Yang membuat penampilan kali ini menarik bukan hanya lokasinya yang berada ribuan kilometer dari Ponorogo, tetapi sosok di balik pertunjukan tersebut. Bandi Wiyono, diaspora Indonesia asal Ponorogo, tampil mengangkat dadak merak bersama kelompok seni Singolodoyo Amerika Serikat.

Di tengah perayaan kemerdekaan Indonesia di Washington, Reog menjadi salah satu pertunjukan budaya yang memperlihatkan identitas Indonesia kepada masyarakat diaspora dan para tamu yang hadir.

Bandi mengaku senang mendapat kesempatan dan dukungan untuk menampilkan budaya Indonesia di Washington DC. Di bawah teriknya matahari, ia menari sambil mengangkat dadak merak, bagian utama Reog berupa kepala singa berhias bulu merak yang beratnya dapat mencapai puluhan kilogram.

Pertunjukan tersebut berlangsung setelah upacara peringatan detik-detik Proklamasi yang dipimpin Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo sebagai inspektur upacara. Sebanyak 17 anggota Paskibra juga bertugas mengibarkan Sang Merah Putih di Wisma Indonesia.

Bagi Ponorogo, tampilnya Reog di Washington memiliki makna lebih dari sekadar hiburan dalam perayaan 17 Agustus.

Baca Juga :  Pengusaha Muda Magetan Ki Agus Daftar Bacawabup Lewat PAN.

Reog kini berada dalam posisi penting sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang mendapat pengakuan UNESCO. Karena itu, penampilan Reog di luar negeri sekaligus menjadi ruang bagi generasi diaspora untuk mempertahankan hubungan dengan budaya daerah asal orang tua atau leluhurnya.

Kehadiran Bandi dan Singolodoyo AS menunjukkan bahwa pelestarian Reog tidak hanya berlangsung di panggung-panggung Ponorogo. Komunitas Indonesia di Amerika juga ikut menjaga agar kesenian tersebut tetap hidup dan dikenal di luar negeri.

Momentum itu menjadi semakin relevan setelah Reog Ponorogo mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak. Status tersebut membawa dua konsekuensi sekaligus: Reog semakin dikenal dunia, tetapi keberlanjutannya juga membutuhkan regenerasi dan pelestarian yang serius.

Pertunjukan Reog di Amerika kemudian membuka pertanyaan yang lebih besar bagi Ponorogo.

Sejauh mana panggung internasional seperti Washington DC memberikan manfaat kembali kepada daerah asal Reog?

Bukan hanya dalam bentuk kebanggaan budaya, tetapi juga promosi pariwisata, ekonomi kreatif, produk perajin, hingga peluang kerja sama budaya.

Pertanyaan itu penting karena Reog bukan hanya sebuah pertunjukan. Di belakangnya terdapat ekosistem ekonomi yang melibatkan seniman, penari, pengrawit, pembuat dadak merak, pengrajin perangkat Reog, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata.

Baca Juga :  Puluhan Pasangan Di Ponorogo Jalani Sidang Isbat Nikah.

Ketika Reog tampil di Washington, peluang memperkenalkan Ponorogo kepada publik Amerika sebenarnya ikut terbuka.

Karena itu, diplomasi budaya tersebut idealnya tidak berhenti pada pertunjukan. Ada peluang untuk menghubungkannya dengan promosi destinasi wisata Ponorogo, Festival Reog Nasional, produk kerajinan, serta agenda budaya daerah.

Perayaan HUT ke-81 RI di Washington juga memperlihatkan bagaimana diaspora mempertahankan identitas Indonesia di luar negeri. Setelah upacara, warga Indonesia dan diaspora mengikuti berbagai kegiatan khas perayaan 17 Agustus, mulai dari lomba tradisional hingga menikmati kuliner Nusantara.

Di tengah suasana tersebut, Reog menjadi simbol yang membawa identitas daerah ke dalam ruang perayaan nasional Indonesia di Amerika.

Dari Ponorogo, kesenian itu menyeberangi benua. Di Washington, Reog tidak hanya dipertontonkan sebagai seni tradisional, tetapi menjadi pengingat bahwa identitas budaya daerah tetap dapat hidup meski para pelakunya berada jauh dari tanah asal.

Kini tantangannya bagi Ponorogo adalah memastikan setiap panggung internasional tersebut tidak berhenti sebagai cerita kebanggaan.

Berita Terkait

62 Jabatan PNS Pemkab Ponorogo Kosong, Komisi A DPRD Desak Mutasi Besar Dilakukan November
DPRD Ponorogo Desak Pemkab Dongkrak UHC 98% Buntut Kasus Anak Agung.
P-APBD Ponorogo 2026 Bertambah Rp 1,1 Miliar, Ini Catatan DPRD
Rumdin Puskesmas Ponorogo Selatan Terbakar.
Wujudkan Rumah Sakit Ramah Disabilitas, RSDH Ponorogo Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Dasar
Bahas R-PAPBD 2026, Pemerataan Pembangunan hingga Penurunan TKD Jadi Sorotan DPRD Ponorogo
APBD -P Ponorogo 2026, Pendapatan Turun Rp 115,9 Miliar, BTT Melonjak 297 Persen.
Sampaikan Hasil Reses, DPRD Ponorogo Desak Pemkab Serius Tuntaskan Infrastruktur

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

62 Jabatan PNS Pemkab Ponorogo Kosong, Komisi A DPRD Desak Mutasi Besar Dilakukan November

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:58 WIB

DPRD Ponorogo Desak Pemkab Dongkrak UHC 98% Buntut Kasus Anak Agung.

Rabu, 30 September 2026 - 18:32 WIB

P-APBD Ponorogo 2026 Bertambah Rp 1,1 Miliar, Ini Catatan DPRD

Kamis, 24 September 2026 - 10:05 WIB

Rumdin Puskesmas Ponorogo Selatan Terbakar.

Senin, 14 September 2026 - 17:40 WIB

Wujudkan Rumah Sakit Ramah Disabilitas, RSDH Ponorogo Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Dasar

Senin, 14 September 2026 - 17:36 WIB

Bahas R-PAPBD 2026, Pemerataan Pembangunan hingga Penurunan TKD Jadi Sorotan DPRD Ponorogo

Rabu, 9 September 2026 - 22:13 WIB

APBD -P Ponorogo 2026, Pendapatan Turun Rp 115,9 Miliar, BTT Melonjak 297 Persen.

Selasa, 1 September 2026 - 17:01 WIB

Sampaikan Hasil Reses, DPRD Ponorogo Desak Pemkab Serius Tuntaskan Infrastruktur

Berita Terbaru

Kantor DPMPTSP Magetan.

Hukum & Kriminal

DPMPTSP Duga Seluruh Tempat Karaoke Di Magetan Belum Berijin.

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:18 WIB

Pasar Baru Magetan.

Ekonomi & Bisnis

Bupati Magetan Berharap Investor Sudi Investasi Di Pasar Baru Magetan.

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:11 WIB

Aktifitas Jual beli Sembako.

Ekonomi & Bisnis

Pasar Murah Sembako HUT Ke-351 Magetan Diserbu Warga.

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:32 WIB

Longsor Talud Di Kawasan Wisata Sarangan

Pariwisata

Pengelola Jasa Wisata Keluhkan Sarangan Magetan Bakal Sepi.

Senin, 12 Okt 2026 - 10:01 WIB