MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Ratusan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) serta Badan Eksekusi Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Magetan (STAIM) menggelar demo di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan, Senin (1/9).
Massa yang ditemui langsung Wakil Bupati (Wabup) Magetan Suyatni Priasmoro serta Ketua DPRD Magetan Suratno itu, menyayangkan kebijakan Pemkab Magetan dalam 100 hari kerja yang justru mencederai rasa keadilan masyarakat salah satunua proyek pengadaan mobil dinas ditengah kondisi efisiensi anggaran.
” Menyayangkan kebijakan Pemkab Magetan dalam 100 hari kerja yang justru mencederai rasa keadilan masyarakat dalam pengadaan mobil dinas meski sebelumnya mengusung semangat efisiensi anggaran, ” kata Ketua PC PMII Magetan, Lukman , Senin (1/9).
Wabup Magetan Suyatni Priasmoro mengaku sejalan dengan apa yang disampaikan para mahasiswa yang kecewa dengan kebijakan tersebut.
” Pertama soal kekecewaan terhadap pengadaan mobil dinas, kami sangat memahami kekecewaan adik-adik. Bahwa tuntutannya untuk menaikkan kinerja pemerintah daerah kami sangat setuju dan berjanji bahwa kinerja pemerintah magetan kedepan harus lebih baik, “ ungkapnya.
Menurut Wabup, pengadaan kendaraan dinas miliaran tersebut sebagai tindak lanjut prihatinnya keadaan mobil yang dipakai.
” Sebagian besar kendaraan dinas dari opd atau organisasi pemerintahan di Magetan juga mesakne, sekarang belum kita perbaiki. Seperti kepala dinas nganggo mobil Avanza atau ngawe mobil rush keluaran 2010 – 2014 itu masih banyak, “ pungkasnya.








