Polisi Bongkar Makam Siswi SMAN 3 Madiun Gelora Di Ngawi.

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 12 September 2024 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses Ekshumasi Makam Gelora. ( Jatimnesia).

Proses Ekshumasi Makam Gelora. ( Jatimnesia).

NGAWI [ Jatimnesia.com] – Kasus meninggalnya Gelora Permata Naili putri, pelajar SMA Negeri 3 Kota Madiun pada 12 Juni 2024 lalu berbuntut panjang.

Makam gadis yang meninggal saat duduk di Kelas X tersebut di ekshumasi atau dibongkar oleh Labfor Polres Madiun Kota, DVI DokPol RS Bayangkara Nganjuk ,Patologi forensik RS Bhayangkara Kediri dan tim dari Polres Madiun Kota, Rabu ( 11/9).

Sebagai informasi almarhum Gelora Permata Naili putri dimakamkan di TPU dusun Alas Pecah, Desa/Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Pembongkaran makam Gelora Permata Naili putri setelah orangtuanya Bagus Handono menduga ada ketidakwajaran terkait kematian putrinya tersebut, hingga melapor ke Polres Madiun Kota.

Ayah Kandung Gelora Permata Naili putri, Bagus Handono.

” Setelah adanya beberapa chat di Hape anak saya, yang juga kakaknya yang kembar juga lulus dari situ, chat – chat yang mengarah kekekerasan. Maka kami bikin surat permohonan pembatalan pernyataan awal yang tidak akan menuntut, terus kami batalkan,” kata Bagus Handono, Rabu ( 11/9).

Lanjut Bagus Handono. ” Setelah saya batalkan, terus kami menggali informasi mengenai anak saya, diantaranya hal – hal yang ada menyangkut tindak kekerasan. Dan Memang betul ada yang sudah mengakui memang memukul anak saya, seorang senior. Memang kejadian lama, cuma saya rentetkan dengan cerita – cerita temenya, kalau sering kena tindakan,” bebernya.

” Terus saya bikin laporan resmi ke Polresta, dari situ terus ditindaklanjuti Reskrim PPA, Dari situ diproses dan kami serahkan semua bukti, ceritakan kronologi, terus dikembangkan oleh PPA secara marathon kemudian memanggil kurang lebih 19 saksi untuk dimintai keterangan, selanjutnya dari pihak menindaklanjuti untuk proses ekshumasi,” tegas Bagus Handono.

Baca Juga :  Klarifikasi Distributor Rokok Jalluh.

Bagus Handono mengaku telah mengirimkan aduan terkait kematian anak gadisnya tersebut ke sejumlah lembaga termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. ” Kalau surat aduan memang kami tembuskan ke semua Instansi, Presiden, Kemenristek, alhamdulilah sudah ada tanggapan,” ujarnya.

” Selain bukti pengakuan memukul, anak saya sering kena tindakan, akhirnya ada rumor semacam mengancam, kalau kakaknya sudah lulus asrama, anak saya kalau tidak salah akan dibantai,” ungkap ayah almarhum Gelora Permata Naili putri.

Dijabarkan Bagus Handono. ” Awalnya, satu hari setelah anak saya meninggal pihak sekolah dan reskrim Polresta Madiun khan datang. Pihak Reskrim dan PPA itu minta surat pernyataan untuk tidak menuntut. Sementara untuk keperluan administrasi di Polres,” jelasnya.

” Kalau dari Rumah sakit indikasi paru – paru bengkak. Pembengkaan paru- paru ada cairan, terus kebawah sampai usus, ginjal dan kemih, terus naik kepala. Kalau dari Kepolisian Statmennya sesuai dengan yang hasil rekam medik di Rumah Sakit. Tapi dengan adanya chat – chat di Hape kok ada indikasi, akhirnya saya membatalkan itu semua, jadi saya minta untuk proses hukum yang seadil – adilnya,” ungkapnya.

” Karena 10 hari setelah anak saya meninggal untuk konfirmasi masalah adanya kekerasan didalam sekolah, cuma dari Wakil Kepala sekolah tidak mengakui adanya pemukulan – pemukulan itu. Padahal bukti di Hape sudah ada, dulu pernah masuk ke BK.

Baca Juga :  Dipagu 19 Miliar, Pengadaan Tanah Pemkab Magetan Tak Jelas.

Kejanggalan saya, Dari keterangan Wakil Kepala Sekolah dan Kepala Sekolah, itu khan saya minta keterangan jadwal kegiatan sebelum anak saya masuk rumah sakit, cuma tidak memberi keterangan yang jelas, dari itu saya lihat chat Hape masih ada kegiatan yang ini dan ini, pada intinya saya perkirakan, anak saya kena tindakan.

Waktu anak saya kritis di rumah sakit itu khan saya minta keterangan dari pihak sekolah, karena dari pihak sekolah ada keterlambatan, kalau anak saya sakit, Padahal di UKS itu sebenarnya Sabtu malam, dan saya diinfokan Minggu Pagi, dan anak saya sudah di IGD Sogaten, setelah itu saya bawa pulang terus sakitnya semakin parah saya bawa ke IGD Puskemas Geneng, karena peralatan medisnya tidak mamadai akhirnya di Rujuk ke Rumah Sakit Widodo. Dirumah sakit Widodo 2 hari dan meninggal,” beber Bagus Handono.

Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Sujono memastikan proses ekshumasi berjalan lancar. ” Alhamdulilah berjalan lancar, tidak ada kendala, supaya diputuskan ahli. Kalau saya tidak bisa menjelaskan. Terkait pemeriksaan, agar ahli yang menjelaskan, karena saya tidak bisa menjelaskan, karena tidak ikut andil didalamnya. Nanti diteliti, saat ini belum bisa disampaikan, hasilnya nanti relatif kita tidak bisa menentukan biar disampaikan ahlinya. Ekshumasi untuk memberikan kepastian hukum,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dinkes Ngawi Temukan Warga Positif Leptospirosis
Tahun Ajaran Baru Sekolah Rakyat Ngawi Ditarget Juli 2026.
Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.
Disperkim Ngawi Kaji Regulasi Ambil PSU Perumahan Yang Belum Diserahkan.
Bupati Ngawi Moratorium Rekrutmen ASN.
Dinkes Ngawi Siapkan Tim Medis 5 Poskes Dijalur Mudik.
Maskin Ngawi Tak lagi Dapat BLT DBHCHT.
Selang 5 Hari Kunjungi Kediri, Wali Kota Madiun Kena OTT KPK.

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:07 WIB

Tahun Ajaran Baru Sekolah Rakyat Ngawi Ditarget Juli 2026.

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinkes Ngawi Komitmen Tekan Kematian Ibu dan Bayi.

Rabu, 29 April 2026 - 11:58 WIB

Disperkim Ngawi Kaji Regulasi Ambil PSU Perumahan Yang Belum Diserahkan.

Sabtu, 11 April 2026 - 19:22 WIB

Bupati Ngawi Moratorium Rekrutmen ASN.

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:52 WIB

Dinkes Ngawi Siapkan Tim Medis 5 Poskes Dijalur Mudik.

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:46 WIB

Maskin Ngawi Tak lagi Dapat BLT DBHCHT.

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:40 WIB

Selang 5 Hari Kunjungi Kediri, Wali Kota Madiun Kena OTT KPK.

Senin, 19 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kekayaan Walkot Madiun Maidi Yang Ditangkap KPK Capai 16 Miliar Lebih.

Berita Terbaru

Bupati Magetan Nanik Sumantri.

Pendidikan

Bupati Magetan Klaim Seleksi Ratusan Kepsek TK – SMP Gratis.

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:58 WIB

Kamar N Kost Maospati Magetan.

Ekonomi & Bisnis

N Kost Maospati Hunian Nyaman Dekat Kampus 5 UNESA Magetan.

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:24 WIB

Kapolsek Maospati AKP Vista Dwi Pujiningsih Gelar Police Goes To School

Pendidikan

Police Goes To School AKP Vista Ke SMAN 1 Maospati.

Senin, 11 Mei 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Magetan Suratno bersama 5 Tersangka di Rutan Kelas IIB Magetan. (Ist)

Hukum & Kriminal

Penahanan Tersangka Korupsi Pokir DPRD Magetan Diperpanjang.

Senin, 11 Mei 2026 - 16:35 WIB

Gedung N Kost Maospati Kabupaten Magetan

Ekonomi & Bisnis

N Kost Maospati Aman dan Nyaman.

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:02 WIB