PACITAN, JATIMNESIA.COM – Untuk mengatasi banjir kota serta normalisasi sungai Grindulu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan akan bangun kolam retensi di Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Pacitan.
Anggaran itu bersumber dari Pemerintah pusat dengan nilai Rp 70 miliar melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
” Pemkab Pacitan tetap berkomitmen melakukan berbagai upaya penanganan di tengah keterbatasan anggaran, baik melalui kegiatan konservasi, normalisasi sungai secara bertahap, maupun pemasangan bangunan pengendali banjir darurat”, kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan, Edi Nurcahyo, Kamis, 5 Maret 2026.
Adapun upaya tersebut meliputi penanaman tanaman konservasi, normalisasi sungai, serta pemasangan bangunan pengendali banjir darurat berupa bronjong, sandbag, jumbo bag, sesek bambu, dan material lainnya.
Edi menuturkan koordinasi terus dilakukan baik secara lisan maupun tertulis dengan Kementerian PUPR melalui BBWS Bengawan Solo.
” Koordinasi terus kita lakukan dengan Kementerian PUPR melalui BBWS Bengawan Solo,”imbuhnya.
Edi membeberkan Pemkab, telah dilaksanakan rapat koordinasi secara daring (Zoom) dengan pemerintah pusat terkait penanganan kerusakan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) dan juga membahas erosi sungai di Kabupaten Pacitan, Rabu, 4 Maret 2026.
” Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian PUPR, BNPB, BBWS Bengawan Solo, Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, serta BPBD Provinsi Jawa Timur.Dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan, rapat dihadiri langsung oleh Bupati Pacitan, Sekretaris Daerah, Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bappeda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, serta jajaran terkait lainnya”, jelasnya.
Edi merinci kegunaan anggaran yang berjumlah puluhan miliar tersebut untuk retensi di Kelurahan Pucangsewu, pembangunan pengaman tebing sungai Grindulu serta berbagai kegiatan penanganan kerusakan infrastruktur Sumber Daya Alam (SDA) di beberapa lokasi.
” Pada tahun ini, Kementerian PUPR melalui BBWS Bengawan Solo merencanakan beberapa kegiatan strategis di Kabupaten Pacitan, antara lain pembangunan kolam retensi di Pucangsewu, pembangunan pengaman tebing Sungai Grindulu, serta sejumlah kegiatan penanganan kerusakan infrastruktur SDA dan normalisasi sungai di beberapa lokasi dengan total anggaran kurang lebih 70 M,” Pungkas Sekdin PUPR Pacitan.








